Dindukcapil Kota Jogja Jemput Bola Rekam Data KTP Elektronik ke Sekolah

Layanan rekam Data KTP Elektronik di sekolah (Pemkot Yogyakarta)

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan jemput bola pelayanan rekam data Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di sekolah SMA/SMK setempat.

Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Bram Prasetyo mengatakan, Pelayanan rekam data KTP-el di SMA/SMK di Kota Yogyakarta dilaksanakan sejak 24 November sampai 21 Desember 2021 dengan sasaran mulai usia 16 tahun ke atas.

Menurutnya, Ada 5 SMA negeri dan 6 SMK Negeri di Kota Yogyakarta yang disasar pelayanan rekam data KTP-el.

“Kegiatan ini sebenarnya rutin kami lakukan sejak dulu. Cuma karena pandemi layanan jemput bola rekam data KTP-el tidak kami lakukan. Saat kondisi kondusif dan kegiatan pembelajaran tatap muka dimulai, kami adakan lagi,” katanya, Jumat (3/12/2021).

Jemput bola pelayanan rekam data di SMA/SMK difokuskan pada sekolah-sekolah yang berlokasi di tengah kota dan dimungkinkan memiliki siswa yang banyak berpenduduk Kota Yogyakarta

“Maka kemudian target kami baru di 11 sekolah SMA/SMK negeri di Kota Yogyakarta,” tambahnya.

Bram menambahkan, antusias sekolah terutama para pelajar SMA/SMK di Kota Yogyakarta untuk memanfaatkan layanan tersebut cukup tinggi, bahkan rata-rata pelayanan rekam data KTP-el di setiap sekolah diikuti sekitar 100-120 pelajar.

“Kegiatan jemput bola rekam data KTP el di sekolah ini untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan. Ini agar tidak mengganggu proses belajar mengajar karena  mengurus rekam data KTP-el di luar sekolah, sehingga kami fasilitasi di sekolah,” jelasnya.

Bagi pelajar yang berumur 17 tahun setelah melakukan rekam data dan apabila dicek datanya tunggal, maka diterangkan Bram, siswa yang bersangkutan langsung dicetakkan KTP-el dan didistribusikan ke sekolah. Namun bagi pelajar yang usianya masih 16 tahun pencetakan KTP-el menunggu usia masuk 17 tahun.

Dijelaskannya, ketika melakukan perekaman data, para pelajar akan diminta bawa fotokopi kartu keluarga (KK) dan distempel sebagai bukti sudah direkam data KTP-el.

“Kami minta fotokopi KK yang sudah distempel itu difoto dan disimpan di handphone para pelajar. Saat usianya masuk 17 tahun, foto data KK yang telah distempel sudah rekam itu tinggal ditunjukkan ke petugas Dindukcapil maka akan dicetakkan KTP-el,” imbuhnya.

Bram menyatakan, kegiatan pelayanan rekam data KTP-el di sekolah merupakan salah satu upaya Dindukcapil untuk memenuhi capaian target nasional terkait rekam data KTP-el.

Meski pihaknya mengakui, bahwa sasaran jemput bola pelayanan rekam data KTP-el tidak hanya bagi pelajar di sekolah, namun juga menyasar pondok pesantren hingga lanjut usia, akan tetapi dengan kondisi yang masih pandemi Covid-19, maka prioritas sementara pelayanan jemput bola rekam data difokuskan pada sekolah-sekolah.

“KTP elektronik adalah hak setiap warga negara Indonesia sejak berusia 17 tahun. Tapi hak itu dapat dipenuhi jika warga sudah melakukan proses perekaman data,” imbuh Bram.

Sedangkan pelaksanaan tiap sekolah telah dijadwalkan untuk kegiatan itu, misalnya pada Kamis (2/12/2021) di SMKN 2 Yogyakarta dan 9 Desember 2021 di SMAN 8 Yogyakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar