Permasalahan Sampah di Kulon Progo Semakin Kompleks

Duta besar Seychelles tinjau TPA Banyuroto (ist)

KBRN, Kulon Progo : Keberadaan Bandara berpotensi menyebabkan permasalahan sampah di Kulon Progo menjadi lebih kompleks.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan, pengelolaan sampah di Kulon Progo masih dilakukan secara konvensional. Padahal dengan adanya bandara, dapat menyebabkan permasalahan sampah di Kulon Progo menjadi lebih kompleks.

"Jadi pengelolaan sampah perlu perhatian khusus. Dibutuhkan upaya serius agar sampah tidak menumpuk," ucap Fajar Gegana, Kamis (21/10/2021).

Fajar menambahkan, potensi timbunan sampah di Kulon Progo dengan jumlah penduduk sebanyak 434.483 jiwa diperkiraan bisa mencapai 173 ton/hari atau 63.260 ton/tahun. Sedangkan sampah yang bisa ditampung dan tertangani di TPA Banyuroto, berdasarkan data timbang sebanyak 24-35 ton/hari. 

"Umur teknis zona landfill 1 TPA Banyuroto diperkirakan akan habis pada Maret 2022. Adapun kondisi TPA Banyuroto per-September 2021 sudah terjadi penumpukan. Memang lokasinya jauh dari pemukiman dan tidak padat penduduk. Namun saat penduduk semakin padat dan sudah adaperkotaan, maka akan menjadi permasalahan serius,” kata Fajar. (hrn).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00