FOKUS: #PPKM MIKRO

Jogja Bangkit, Bantu Sesama Kurangi Beban Pandemi

KBRN, Yogyakarta: Wabah pandemi Corona yang masih berlangsung dengan disertai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 saat ini membuat banyak masyarakat yang terdampak karena susahnya mencari penghasilan. 

Kondisi itu memicu munculnya beragam aksi solidaritas di berbagai kota. Tak terkecuali di Yogyakarta yang banyak menggantungkan perekonomiannya pada sektor jasa dan pariwisata. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY juga turut ambil peran dalam menggalang solidaritas bagi warga terdampak. Lewat kegiatan berjargon Jogja Bangkit, aksi solidaritas dilakukan dengan mengumpulkan donasi serta menyalurkannya kepada warga. 

Abi Dhimas koordinator umum gerakan Jogja Bangkit menyampaikan, IMM DIY tergerak untuk membantu masyarakat karena PPKM saat ini hampir mirip dengan kondisi krisis ekonomi yang dirasakan Indonesia beberapa tahun silam. 

“Gerakan Jogja Bangkit kami mulai dari krisis ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, kebijakan PPKM juga membuat keadaan ekonomi masyarakat semakin terhimpit, khususnya bagi para pekerja informal," ujarnya, Sabtu (31/7/2021) kemarin. 

Mahasiswa bernama lengkap Abi Dhimas Alqoni Fatarrudin itu mencontohkan, pekerja informal seperti tukang becak, menjadi salah satu yang paling terdampak pandemi, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Kebijakan PPKM membuat mereka kehilangan pendapatan, terkatung-katung di jalan. 

"Kami pikir hanya gerakan rakyat bantu rakyat yg bisa diandalkan dalam keadaan seperti itu tanpa campur tangan negara," katanya. 

Beri solusi

IMM DIY menggelorakan gerakan Jogja Bangkit agar dapat membantu rakyat miskin yang kerap tak tersentuh santunan atau perhatian, baik dari institusi pemerintahan maupun dari lembaga atau ormas. 

“Tujuan dari adanya gerakan Jogja Bangkit ini adalah membantu masyarakat kelas bawah atau pekerja informal dalam meringankan beban kehidupan mereka. Bantuan tersebut diberikan secara karitas atau karikatif yaitu dalam bentuk pembagian sembako dan nasi bungkus," papar Abi menambahkan. 

Gerakan yang dimulai sejak Selasa (27/7/2021) kemarin, sebagai upaya menumbuhkan optimisme bagi warga agar bangkit dari kondisi keterpurukan.

Akmal Ahsan selaku Ketua Umum DPD IMM DIY, mengatakan, sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan yang kritis terhadap persoalan bangsa dan negara, IMM juga berupaya mencari solusi dan menumbuhkan rasa optimisme, serta tidak hanya sekadar melakukan kritik. 

“Optimisme untuk terus bangkit harus terus dinyalakan, meski banyak hal yang harus terus dikritik dalam penanganan wabah. Dalam hal ini IMM seyogyanya selalu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi, di samping terus menjalankan fungsinya sebagai kritikus,” ungkapnya, Minggu (1/8/2021) siang. 

Akmal Ahsan menyebutkan sebanyak 250 nasi bungkus dan 50 pakrt sembako sudah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Yogyakarta. 

Sementara itu, Farhan Aji Darma, selaku Sekertaris Umum DPD IMM DIY menyatakan, sebelum melakukan penyaluran bantuan terhadap masyarakat terdampak, IMM DIY terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak 

“IMM DIY dalam hal ini terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap masyarakat terdampak wabah, agara penyaluran bantuan yang dilakukan tepat sasaran,” tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00