Polres Kulon Progo Sambangi Yitno, Pasca Aksi Viralnya Muncul di Media Sosial

KBRN, Kulon Progo : Kepolisian Resor Kulon Progo bergerak cepat mendatangi rumah Yitno, di Pedukuhan Dlaban, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Senin (26/7/2021). Yitno menjadi viral di media sosial pada pekan lalu, setelah menempelkan secarik kertas pada beberapa tiang lampu lalu lintas di pusat kota Yogyakarta. 

Tulisan dalam kertas yang dipasang mantan kernet bus tersebut cukup menarik, karena bertuliskan kesiapan untuk mendonorkan darah & ginjal bagu yg membutuhkan berikut dengan no telp yang bisa dihubungi. Tulisan itu diunggah oleh akun media sosial twitter milik @panjipnjk pada, Sabtu (24/7/2021) malam. 

Kapolres Kulon Progo, AKBP Tartono mengatakan, tulisan yang dipasang oleh Yitno tersebut menarik perhatiannya. Melalui jajaran Polsek Sentolo, kemudian dicari tahu dimana rumah dan kondisi keseharian dari Yitno tersebut. Tidak hanya memerintahkan anak buahnya, Tartono mengaku juga berinisiatif mencari tahu secara pribadi dengan cara menghubungi Yitno secara langsung melalui nomor telp yang tertera di pengumuman. 

"Setelah sholat subuh tadi pagi, saya langsung menghubungi Pak Yitno," ucap Tartono, di Kulon Progo, Senin (26/7/2021).

Setelahnya, Tartono kemudian berinisiatif mendatangi langsung kediaman Yitno dalam rangka bersilaturahmi sekaligus memberi bantuan seperti sembako agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Yitno juga diminta agar tulisan yang ditempelnya segera diturunkan agar tidak menimbulkan persepsi berbeda dari masyarakat dan juga upaya kejahatan dari oknum tidak bertanggung jawab. 

"Dari disampaikan pak Yitno, apa yang dilakukannya itu lebih ke nadzar atas persoalan yang menimpanya. Dulu beliau juga pernah bernadzar mendonorkan darah saat istrinya melahirkan," ungkapnya.

Tartono menambahkan, apa yang dilakukan Yitno bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat yang lainnya. Jika ingin melakukan nadzar bisa dipertimbangkan baik buruknya, terutama terkait dengan kesehatan dan keselamatan keluarga.

"Jangan sampai nadzar tersebut justru akan menjadi bumerang baik bagi diri sendiri, keluarganya bahkan juga orang lain," pungkas Tartono.

Sebelumnya, Edi Rohim Suprayitno, Senin mengatakan, aksinya tersebut merupakan bentuk nadzar dari permasalahan besar yang dihadapi sebelumnya. 

"Darah dan ginjal saya ini titipan dari Allah SWT jadi bisa diberikan pada yang membutuhkan," tutur Yitno.

Yitno menambahkan, dirinnya memasang tulisan terkait donor ginjal tersebut diempat titik di wilayah yogyakarta. 

"Setelah memasang tulisan tersebut ada pihak yang memberikan donasi. Meski ada pihak yang memberikan donasi, saya siap memberikan darah atau ginjalnya jika ada yang benar-benar membutuhkan. Saya ikhlas," pungkas Yitno.(hrn).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00