Hajatan Pernikahan, Takziah dan Pengajian Harus Seijin Satgas Covid-19

Rakorpim Forkopimda Sleman

KBRN, Sleman : Pemerintah kabupaten Sleman kembali menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah (Rakorpimda) bulan Juni pada Rabu (23/4/2021), di aula lantai III Setda Sleman.

Rapat rutin bulanan tersebut turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Sleman, Kepala OPD, serta Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Pada Rakorpimda kali ini ada beberapa persoalan yang dibahas. Diantaranya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada kesempatan tersebut menyoroti masalah penyebaran Covid-19 di kabupaten Sleman tengah mengalami kenaikan.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan tidak menggelar kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Pada dasarnya acara seperti hajatan, pernikahan, takziah, pengajian, itu masih boleh, tapi harus ijin dulu ke gugus tugas Covid-19 di kalurahan”, ujarnya.

Selain itu, Kustini juga menjelaskan bahwa ia telah berkonsultasi dengan Gubernur DIY terkait pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka. Ia mengusulkan Kabupaten Sleman tetap bisa menjalankan belajar-mengajar secara luring pada tahun ajaran baru ini. Meski begitu, ia mengaku pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait kondisi di lapangan ketika pembelajaran dilakukan secara luring nantinya.

“Jumlah siswa yang masuk akan dibatasi 25 persen saja," jelasnya.

Hal serupa juga berlaku di sektor pariwisata. Menurut Kustini kegiatan pariwisata di kabupaten Sleman tetap dibuka, namun dengan membatasi jumlah pengunjung sebanyak 25 persen saja. Ia berharap dengan masih dibukanya sektor pariwisata ini, perekonomian di tengah masyarakat tetap bisa tumbuh. (koes-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00