Alumni SMA MUHI Bantu Pembangunan Ponpes Tahfidz Al Quran Suluh Melayu

Penyerahan bantuan dari alumni Muhi angkatan 77 ke Ponpes Tahfidz Al Quran Suluh Melayu

KBRN, Yogyakarta : Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan yang sangat baik untuk bersedekah, membantu sesama yang sangat membutuhkan.

Bulan yang sangat baik ini pun dimanfaatkan oleh puluhan alumni SMA Muhammadiyah I Yogyakarta angkatan 77 untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an Suluh Melayu di jalan Gambiran 85 Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta.

Para alumni mengumpulkan dana untuk pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an Suluh Melayu yang didirikan Yayasan Suluh Melayu Nusantara dengan pendiri dan Pembina Yayasan, Mahyudin Al Mudra.

Sri Istifada, salah satu pengurus alumni SMA MUHI Yogyakarta angkatan 77 mengatakan pihaknya berkomitmen membantu pembangunan masjid dan pondok pesantren.

"Sejak awal kami memiliki komitmen membantu pembangunan masjid maupun pondok pesantren dengan melakukan penggalangan dana seluruh alumni. Jika sudah terkumpul maka kemudian disalurkan untuk pembangunan masjid dan Pondok Pesantren. Apalagi ini pondok pesantren tahfidz Al Qur'an yang akan mencetak para penghafal Al Qur'an. Harus kita bantu," ungkap Sri Istifada disela - sela penyerahan bantuan dana untuk pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an Suluh Melayu, Jumat ( 7/5/2021).

Menurutnya, yang tidak kalah membanggakan para alumni SMA Muhi angkatan 77 ini adalah bahwa penggagas dan pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an ini ternyata juga alumni SMA Muhi angkatan tahun 1976.

"Kami bangga alumni Muhi Yogyakarta mampu mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an semegah ini. Oleh karena itu kami sebagai Alumni Muhi mempunyai kewajiban membantu. Kami berharap Alumni Muhi lainnya dari berbagai angkatan bisa mendukung, membantu mewujudkan berdirinya Pondok Pesantren yang akan mencetak Hafidz dan hafidzah," katanya.

Bantuan dana dari para alumni SMA Muhi angkatan tahun 1977 ini diserahkan oleh M Bustani mewakili alumni Muhi 77 kepada  Mahyudin Al Mudra selaku pendiri dan pembina Yayasan Suluh Melayu Nusantara yang menaungi Pondok Pesantren tersebut didampingi Ketua Yayasan Noor Aslan dan Sekretaris HM Yusri serta pengurus lainnya.

Mahyudin Al Mudra selaku pembina Yayasan Suluh melayu Nusantara  menyampaikan terima kasih dan apresiasi yg tinggi kepada para alumni SMA Muhi Yogyakarta angkatan 77 karena rasa kebersamaan alumni Muhi yg sangat tinggi.

"Saya merasa terharu dan bangga mendapatkan kunjungan dari perwakilan alumni Muhi 77 ini, meskipun sudah 40 tahun lebih tidak bertemu dan kita dipertemukan dalam suasana yang sangat membahagikan seperti sekarang ini. Selain berterima kasih karena penyerahan infaq dari alumni Muhi 77 ini kami berterimakasih karena jalinan silaturahmi ini," ujar Mahyudin Al Mudra saat menerima bantuan dana infaq dari alumni Muhi 77.

Mahyudin juga mengharapkan agar rasa kepedulian dan dukungan terhadap Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Suluh Melayu ini dapat diikuti oleh alumni semua angkatan untuk mengangkat nama besar Muhi yg memiliki rasa kebersamaan yg sangat erat antar sesama alumni nya.

"Kami berharap langkah dari alumni Muhi angkatan 77 ini nantinya diikuti oleh alumni Muhi lainnya agar Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an ini bisa segera selesai Pembangunannya dan segera menampung para santri yang akan belajar menghafal Al Qur'an. Mencetak generasi Islam yang berjiwa Qur’ani dan semangat enterpreneur," terangnya.

Usai penyerahan dana infaq, perwakilan alumni Muhi 77 Yogyakarta meninjau gedung Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur'an yang masih dalam tahap pembangunan yang sudah mencapai 80 persen.

"Pembangunan diharapkan selesai tahun ini," pungkas Mahyudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00