Jelang Lebaran, GTT/PTT Terima Program Peningkatan Kesejahteraan

KBRN, Klaten : Peningkatan kesejahteraan GTT/PTT Kategori II dan non-Kategori II, menjadi salah satu prioritas Pemkab Klaten untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Klaten.

“Prioritas Pemkab Klaten untuk meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya adalah melalui peningkatan kesejahteraan, baik GTT/PTT Kategori II maupun Non Kategori II,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Dr. Wardani Sugiyanto, M.Pd, saat memberikan laporan pada acara Penyerahan Program Peningkatan Kesejahteraan GTT/PTT Kategori II dan Non Kategori II tahun 2021, di Pendopo Pemkab, Kamis (6/5/2021).

Dalam acara yang dihadiri oleh Bupati, Sekda, Asisten I Setda, Kepala BKPPD, dan Kepala Dinas Pendidikan Klaten, serta diikuti sejumlah perwakilan penerima Program Peningkatan Kesejahteraan tersebut, lebih lanjut Wardani Sugiyanto menyampaikan, Dasar Anggaran Program Peningkatan Kesejahteraan GTT/PTT Kategori II dan Non Kategori II adalah Peraturan Bupati Klaten Nomor 62 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Klaten.

Selain itu, Peraturan Bupati Klaten Nomor 63 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Program dan Kegiatan di Kabupaten Klaten, serta Peraturan Bupati Klaten Nomor 68 Tahun 2020 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Klaten tahun Anggaran 2021,” tandasnya.

Selanjutnya, jelas Wardani, jumlah penerima Program Peningkatan Kesejahteraan GTT/PTT Kategori II dan Non Kategori II melalui APBD tahun 2021 adalah sebanyak 4.102 orang, dengan rincian GTT/PTT Non K-II masa kerja 1 s/d 3 tahun 438 orang masing-masing 1,98 juta rupiah, masa kerja 4 s/d 6 tahun 617 orang masing-masing 2,4 juta rupiah, masa kerja 7 s/d 9 tahun 500 orang masing-masing 2,7 juta rupiah, masa kerja 10 s/d 12 tahun 598 orang masing-masing 3 juta rupiah, dan masa kerja lebih dari 13 tahun 624 orang masing-masing 3,3 juta rupiah, serta GTT/PTT K-II 1.325 orang masing-masing 6 juta rupiah.

Sementara itu Bupati Klaten Hj. Sri Mulayani dalam mengampaikan, masih minimnya pembelajaran tatap muka seiring belum membaiknya kondisi karena pandemi corona, membuat peran besar GTT/PTT dibutuhkan untuk mensukseskan program ‘guru tonggo’, program adaptif pembelajaran di masa pandemi corona yang secara teknis sudah disampaikan oleh Dinas Pendidikan Klaten.

“Keterlibatan guru termasuk peran besar GTT/PTT sangat kami butuhkan untuk menyelamatkan generasi penerus melalui program guru tonggo, karena sudah lebih dari satu tahun belajar secara daring,” terang Bupati.

Bupati juga minta, GTT/PTT berperan maksimal dan semangat dalam membantu mengajar di lingkungan Dinas Pendidikan Klaten terutama di masa pandemi ini, baik ditingkat SD, SMP, SMA, maupun lainnya karena keterbatasan tenaga pengajar terutama guru.

“Semoga apa yang kami berikan tetap bisa dimanfaatkan dan tidak mengurangi semangat saudara-saudara dalam mencerdaskan anak-anak Kabupaten Klaten,” pungkasnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00