Warga Terdampak Covid di Klaten Terima BST

KBRN, Klaten :Sebanyak 147 KK  Warga Desa Kemudo Kecamatan Prambanan Klaten yang terdampak covid 19 menerima  bantuan sosial tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) tahun 2021 di aula Desa Kemudo, Senin (19/4/2021).

Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, S.Sos  kepada RRI mengatakan, pada bulan Januari dan Februari  warga yang menerima BST dari Kemensos sebanyak 223 KK dan setiap penerima di bulan Januari memperoleh Rp300 ribu  dan bulan Februari penerima juga memperoleh Rp300 ribu.

Jumlahnya masih seperti tahun 2020 lalu yang berasal dari 13 RW. Sedangkan di bulan Maret dan April 2021 penerima BST hanya tinggal 147 KK juga dari 13 RW disalurkan doble setiap penerima memperoleh Rp600 ribu dan penerima BST di bulan Maret dan April ini menurun sekitar 76 persen yang diterimakan melalui Kantor Pos Klaten di Aula Desa Kemudo,” tandas Kades Kemudo Hermawan Kristanto S,Sos di sela penyaluran BST.

Lebih lanjut Herawan Kristanto mengatakan, terkait jumlah penerima BST dari Kemensos  bulan Maret dan April  hanya 147  KK yang turun mencapai 76 persen sejauh ini warga tidak ada gejolak.

"Belum ada  pertanyaan dari warga seandainya ada Pertanyaan dari warga kita akan memberikan pemahaman bahwa pengurangan  penerima BST tersebut merupakan  Kebijakan dari Kementrian Sosial Kemensos (Pemerintah Pusat)," tuturnya.

Ia menambahkan dalam penyaluran BST tersebut pelaksanaannya juga menerapkan Protokol kesehatan seperti menyaiapkan tempat cuci tangan, cek suhu badan, berjarak tidak berkerumun, penerima harus pakai masker juga melibatkan aparat keamanan dari Polri dan TNI.

Sementara itu, Penerima BST Sularsih  (42 ) tahun warga Dusun Gunung Ampu  Desa Kemudo  mengatakan, pihaknya sudah mendapat 3 kali yakni bulan Januri memperoleh Rp300 ribu bulan  Februari juga memperoleh Rp300  ribu dan Maret  diberikan bersamaan bulan April menerima doble, yakni Rp600 ribu.

"Senang mendapat bst untuk kebutuhan rumah tangga apalagi sekarang ini jelang lebaran, kebutuhan pokok sembako sudah agak mahal," tuturnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00