Peran Milenial Dinilai Penting untuk Kebangkitan Budaya Indonesia

Dewan Pembina sanggar tari 'Kembalikan Baliku', Puti Guntur Soekarno. Foto: Istimewa

KBRN, Jakarta: Keberagaman adat dan budaya Indonesia menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan membudidayakannya. Hal ini disampaikan Dewan Pembina sanggar tari 'Kembalikan Baliku', Puti Guntur Soekarno.

Puti mengatakan, hal ini yang menjadi salah satu upaya bagi generasi-generasi muda yang tergabung dalam sanggar tari 'Kembalikan Baliku'. Pembentukan sanggar tari tersebut, kata ia, untuk pemulihan seniman dan kebudayaan Bali pasca pandemi Covid-19.

"Sanggar ini dimulai, diawali ketika masa pandemi. Ketika pada saat itu para seniman-seniman Bali, utamanya di Ubud kelihatannya tidak bisa berkontribusi, tidak bisa melakukan pementasan, kemudian Syandria punya ide untuk membuat kelas online," kata Puti.

Selain itu, Puti Guntur juga mengungkapkan bahwa sanggar tari tersebut, untuk memberikan pengenalan kepada generasi milenial untuk mengenal lebih dekat pulau Dewata, Bali melalui kebudayaan. "Syandria ingin setidaknya dalam satu hari anak-anak ini bisa merasakan bagaimana seni dan budaya kesenian Bali," katanya.

Eksisnya sanggar tari Kembalikan Baliku ini, kata ia, menjadi harapan besar bagi keturunan proklamator Soekarno ini untuk terus melestarikan kebudayaan Indonesia. "Teman-teman generasi muda Indonesia untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia," katanya.

Hingga kini, minat milenial untuk turut melestarikan seni dan kebudayaan Bali terus meningkat. Setidaknya terdata hingga kini terdapat 61 peserta yang mengikuti sanggar tari Kembalikan Baliku.