PPKM Dicabut, ITDC Tetap Berlakukan Ini

KBRN, Nusa Dua : Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (30/12/2022).  Banyak pihak mengapresiasi langkah Kepala Negara di akhir tahun 2022 tersebut. Alasannya, kebijakan itu diyakini mampu mengakselerasi upaya pemulihan aktivitas ekonomi dan wisata Tanah Air. 


Meski resmi dicabut, tidak sedikit pelaku usaha dan pengelola akomodasi serta aktivitas kepariwisataan, masih tetap taat menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). 


Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka memastikan, pihaknya masih berpedoman pada protokol kesehatan. ITDC juga tetap memasukkan aplikasi PeduliLindungi kedalam Standart Operational Procedur (SOP) seluruh tenant di kawasan The Nusa Dua. 


"Kalaupun misalnya pencabutan itu dilakukan kemarin, atau kapanpun, pada prinsipnya kami melihat ini adalah suatu yang harus didukung, tetapi kami melihat lagi bahwa kita semua sadar, bahwa ini tetap harus dalam frame waspada, karena kan masih bisa sangat mungkin muncul dan segala macam, jadi melihat pelaku usaha di Nusa Dua, termasuk tamu-tamunya cukup peduli, bahwa protokol kesehatan itu tetap harus dijalankan," katanya kepada wartawan di kawasan The Nusa Dua, Minggu (1/1/2023).

"Sejauh ini kami masih melakukan itu (menggunakan PeduliLindungi). Waspadanya tetap kita harus lakukan. Kita sama-sama menjaga supaya semuanya baik. Jadi tidak ada yang salah PeduliLindungi masih harus dijalankan, selama itu baik, di kita masih dijalankan," lanjutnya. 


Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita di tempat yang sama berharap, pencabutan PPKM berdampak positif terhadap aktivitas kepariwisataan.  Terkait okupansi libur Tahun Baru, ia menyebut tingkat hunian di kawasan The Nusa Dua menembus angka 75%.  Okupansi di kawasan The Nusa Dua masih didominasi wisatawan mancanegara (wisman).


"Kalau sekarang wisman. Length of stay sampai awal Januari," ungkap mantan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Lombok itu. 


Ardita mengemukakan, wisatawan mancanegara yang mengalami peningkatan jumlah berasal dari Rusia.  Sedangkan pasar wisman lainnya masih sama seperti sebelum masa pandemi, yakni dari Australia, dan beberapa negara di kawasan Eropa. 


"Secara garis besar, okupansi tahun baru kali ini jauh meningkat dibanding tahun lalu. Jadi kalau berbicara pandemi dengan sekarang perbandingannya sangat jauh dari sisi okupansi," pungkasnya.