Destinasi Agrowisata Unggulan Bagi Tourist Di Tanimbar.

Destinasi wisata Danau Muru.jpg

KBRN, Saumlaki: Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Ketersediaan lahan pertanian yang luas memiliki prospek yang besar untuk bisa dikembangkan menjadi konsep agrowisata, dimana memadukan antara kegiatan agronomi dan pariwisata.

Di Indonesia trend minat pariwisata ini ditanggapi dengan semakin bermunculannya tempat wisata berbasis agro. Wisatawan dengan berbagai motivasi memilih agrowisata sebagai tempat wisata umumnya dikarenakan ingin menikmati kehidupan masyarakat desa, berinteraksi secara aktif dalam berbagai aktivitas atau kegiatan di lahan pertanian, dan sekaligus belajar kebudayaan lokal setempat.

Penjaga Danau Muru yang berlokasi di lahan produktif masyarakat adat desa Lorulun, Wensis mengaku, Destinasi wisata Danau Lorulun adalah salah satu alternatif tempat wisata yang jaraknya dekat dengan Kota Saumlaki dan mudah diakses oleh para wisatawan mancanegara (Wisman) dan domestik dan lokasi wisata ini  sendiri akan difokuskan pada pengembangan agrowisata yang penuh dengan hewan dan tanaman endemik Tanimbar, seperti Pohon Torim, Anggrek Lelemuku, Burung Kakatua, Burung Nuri dan Kerbau Yamdena.

“Lahan ini sangat luas dan dan panjang danau ini hampir 3 Km, selain itu apabila kita pantau dari sini, dari kejauhan kita bisa lihat Bandara Mathilda Batlayeri, 1 Km dari lokasi danau ini” tutur Wensis.

Dia juga menjelaskan, sekitar danau tersebut, banyak lahan produktif milik warga yang ditanami tanaman pangan berupa singkong, talas, ubi jalar dan juga beberapa petani mengembangkan tanaman hortikultura diantaranya, cabe, tomat dan sayur – mayur, sehingga pengunjung yang datang ke daerah ini, dapat membeli hasil kebun masyarakat.

Alokasi dana yang cukup besar bagi pembangunan destinasi wisata danau muru ini, diharapkan kedepan, akan mampu memberi peluang usaha bagi masyarakat setempat, terkait, usaha ekonomi keluarga, bagi rumah tangga yang datang menjual hasil olahan pangan lokal, serta hasil kerajinan tangan yang diproduksi dalam bentuk tenun ikat, anyaman dan ukiran bagi para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam di tempat itu, ujar Wensis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar