E-Hac Masih Menjadi Syarat Kelayakan Pelaku Perjalanan Untuk Bepergian.

Layanan kantor karantina dibandara Karel Sadsiutubun Ibra-Maluku Tenggara.jpg

KBRN, Tual: Terkait dengan kebijakan keberangkatan menggunakan semua moda transportasi, kantor karantina wilayah kerja pelabuhan kota tual telah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Kepala Kantor Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Tual, Andi Syamsudin kepada RRI Selasa (17/5/2022) mengatakan, saat ini untuk bisa bepergian, para pelaku perjalanan harus menggunakan E-Hac sebagai sistim penilaian kelayakan keberangkatan.

Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi, baik lewat spanduk, baliho, serta memberikan pelayanan langsung mengisi e-hac bagi para pelaku perjalanan, saat hendak bepergian.

"Itu hanya butuh waktu beberapa menit saat pengisiannya, selain langsung di bandara, di sini juga kita buatkan semacam baliho sebagai media untuk menyampaikan secara tidak langsung. Saya hanya menggunakan media semacam baliho atau juga mungkin kertas yang saya print, dan saya tempel di tempat dimana orang bisa melihat, termasuk di pelabuhan."

Syamsudin juga menambahkan, baik itu moda transportasi darat, laut, maupun udara, pelaku perjalanan wajib mengisi e-hac secara online, barulah bisa melakukan perjalanan.

Karena dengan mengisi e-hac yang ada dalam aplikasi Pedulilindungi, pelaku perjalanan bisa menghemat waktu pemeriksaan kesehatan, dan kelayakan bepergian di terminal, pelabuhan dan bandara masing-masing, dengan begitu mempermudah pelaku perjalanan saat bepergian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar