Warga Minta Syahbandar Tual Tertibkan Pelanggaran Pelayaran Di Perairan Kei

Dialog Interaktif Selamat Pagi Evav, Dengan Topik Waspada Cuaca Ekstrim

KBRN, Langgur : Salah Satu Warga Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Jhon menegaskan pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual, agar tertibkan kapal motor yang berukuran kecil di bawah 7 Grosse Tonnage (GT) di Perairan Kei.

Dijelaskan, pihak syahbandar tual harus lebih tegas kepada pemilik kapal motor yang melakukan pelayaran di peraiaran kei, yang tidak memiliki dokumen yang jelas serta melakukan pelanggaran pelayaran jika kondisi cuaca ekstrim terjadi beberapa hari kedepan di Maluku Tenggara maupun Kota Tual.

Untuk itu diharapkan, ada peran aktif dari syahbandar tual agar dapat memberikan informasi kepada publik terkiat pelayaran, baik itu masyarakat di maluku tenggara maupun kota tual.

“syahbandar harus tertibkan kapal motor yang berukuran kecil seperti dibawah 7GT, yang selalu beropearsi tampa mempedulikan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, hal ini jika dibiarkan maka para pengguna jasa kapal motor laut maupum pemilik armada tersebut akan terus melakukan aktifitas pelayaran msekipun kondisi alam yang tidak memunginkan untuk berlayar.”

Tidak hanya itu, tetapi syahbandar juga seharusnya melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemilik armada laut seperti viber, karena keselamatan pelayaran itu lebih penting dan di utamakan.

Menanggapi hal itu, Jusuf Reubun, Petugas Penyidik Pidana Pelayanan dan Tertib Bandar Pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual menjelaskan, syahbandar tual secara berkesinambungan selalu mengapdate informasi prakiraan cuaca, sehingga jika terjadi cuaca ekstrim maka syahbandar mengambil langka untuk memberhentikan sementara kapal motor yang melakukan pelayanan.

“kami selalu melihat informasi yang dirilis oleh BMKG Maluku maupun kota tual, maka terkait dengan penindakan terhadap pelanggaran pelayanan suadh dilakukan, jika dalam pengawasan itu ditemukan ada warga yang tidak taat dan patuh terhadap peringatan dini dari BMKG, JIka kondisi alam tidak memungkinkan untuk berlayar maka kami tegaskan kepada pemilik armada untuk tidak melakukan pelayaran saat itu.” Kata Reubun

Smentara Aloysius dari pihak BMGK mengatakan, BMKG telah memberikan informasi kepada instansi terkait salah satunya adalah Syahbandar Tual, untuk mengawasi keselamatan pelayaran di kedua daerah ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar