Anomali Cuaca Hasilkan Cuaca Ekstrim, Warga Yang Ingin Berlayar diminta Bijak Sikapi Sikon.

Forecaster BMKG, Putra Ramadhan.jpg

KBRN, Langgur: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikaal (BMKG) Tual-Maluku Tenggara terus menghimbau masyarakat terkait cuaca ekstrim yang terjadi pada saat ini.

Forecaster BMKG Putra Ramadan mengatakan, anomali cuaca menjadi salah satu penyebab cuaca ekstrim yang tengah terjadi.

Dengan dampak hujan deras, angin kencang dan gelombang pasang yang tinggi, masyarakat dihimbau agar tetap memantau cuaca, jika ingin melakukan perjalanan laut.

"1 sampai 2 bulan terakhir ini kita lihat dari periode pertengahan Mei sampai awal bulan Juni, cuacanya cerah sekali, sehingga menyebabkan suhu temperatur di perairan Aru ini naik 5 derajat Celcius. Menjadi anomali dan jika dibandingkan dengan perairan di seluruh Indonesia, untuk perairan aru ini cukup tinggi anomalinya, hingga 5%, maka mengakibatkan ketidakstabilan dinamika atmosfer. Di mana pada lokasi terutama di Maluku, menyebabkan tumbuhnya awan-awan konveksi seperti awan kumulonimbus, apalagi ada angin timur, lalu ada ketidakstabilan di atas perairan Aru, ini pasti berkiblat ke arah perairan kei."

Ramadan menegaskan, hingga saat ini gelombang tinggi di lautan maksimum berada pada ketinggian 3,5 meter, tetapi bisa mencapai 5 meter pada bulan November Desember mendatang.

Maka dari itu, masyarakat yang akan melakukan pelayaran diminta agar tetap memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, karena keselamatan adalah hal yang utama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar