Cumulonimbus-Penyebab Meningkatnya Curah Hujan Di Kepulauan Kei.

forecaster bmkg malra, devika manu.jpeg

KBRN, Langgur : Akhir-akhir ini Kepulauan Kei kerap dihadapkan dengan musim penghujan  dari intensitas sedang hingga lebat,  kondisi ini turut mempengaruhi berbagai aktifitas masyarakat  baik di daratan maupun lautan. Curah hujan yang terjadipun tidak merata dan cenderung berpindah-pindah dari wilayah satu ke wilayah lainnya.

Forecaster BMKG  Maluku Tenggara, Devika Manu, Selasa (22/03/2022) mengatakan,  terjadinya peningkatan volume hujan di Kepulauan Kei diakibatkan adanya peningkatan pertumbuhan awan Cumulus  atau awan Cumulonimbus, adalah  awan penghasil hujan dengan jumlah yang signifikan yang berpusat di wilayah barat Kepulauan Kei.

“Ada pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus yang menghasilkan curah hujan itu cukup signifikan, pusatnya itu di wilayah barat Kepulauan Kei, dan saat ini mencakup sampai seluruh Kepulauan Kei, khususnya Kei Kecil. Nah, karena ada pertumbuhan yang signifikan ini makanya untuk saat ini terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.” Terang Manu.

Kondisi ini akan terjadi hingga memasuki bulan April  dimana pada bulan tersebut merupakan fase peralihan (Pancaroba) dari musim penghujan menuju musim kemarau. Selain itu, mengingat  Kepulauan Kei yang memiliki kondisi cuaca yang sangat lokal,  juga sangat mempengaruhi tiupan angin barat dan lautnya sehingga berdampak pula terhadap tidak meratanya sebaran curah hujan.

“Kepulauan Kei sendiri kondisi cuacanya memang sangat lokal, bukan baru terjadi tetapi memang kondisinya seperti itu, dimana sangat terpengaruh keadaan lokal karena Kepulauan Kei inikan tidak ada daerah seperti gunung dan dataran tinggi, jadi yang sangat mempengaruhi itu angin barat dan lautnya, itulah kenapa curah hujan yang terjadi di Kota Tual dan Maluku Tenggara sering berbeda intensitasnya” Tambahnya.

Manu juga mengatakan adanya awan Cumulonimbus  akan  mempengaruhi pula  tiupan angin serta gelombang laut di perairan Kei, dimana sesuai prediksi pihaknya  dalam waktu dekat akan  terjadi ketinggian gelombang  dengan kisaran 1.25- 2.50 M.

Untuk itu BMKG Malra menghimbau masyarakat yang hendak melakukan aktifitas baik darat maupun laut agar tetap wasapada serta memperhatikan setiap peringatan yang dirilis, demi menjaga keselamatan bersama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar