Karya Kreatif Jadi Cinderamata Khas Tanimbar.

Hasil kerajinan tenun ikat.jpg

KBRN, Saumlaki: Pelaku usaha Tenun Ikat di Kota Saumlaki Ida Marsela, Kepada RRI, Jumat (01/7/2022), mengatakan, usaha yang digeluti  saat ini sangat bergantung pada permintaan masyarakat selaku konsumen (pelanggan), baik ukuran, variasi warna maupun bentuk busana yang akan dibentuk dari hasil tenunan yang diproduksi.

Tenun yang dihasilkan bervariasi harganya, mulai dari pembuatan selendang yang senilai Rp. 150.000, yang mulai proses tenun hingga selesai prosesnya memakan waktu dua hari, sementara kain tenun dengan ukuran kecil dapat dikalkulasikan pada harga Rp. 1.000.000 , sedangkan tenunan yang berukuran 2,20 meter dan lebar 80 cm mencapai Rp. 1.500.000, dalam jangka waktu empat hari untuk prosesnya, ungkap Marsela.

“Saya biasanya bekerja sendiri, membeli benang dan mengikat motif yang disukai pelanggan, sampai pada selesai harga yang ditentukan sesuai ukuran yang telah disepakati bersama” pungkas Marsela.

Berbagai asesoris juga dibentuk dari hasil tenunan yang dihasilkan yakni tempat tisu, penutup gelas, sarung botol yang di jual per lusinnya Rp. 1.000.000,- di sisi lain kemampuan modifikasi ini secara otodidak tanpa mengikuti kursus atau pelatihan dimanapun, serta dirinya pernah mempromosikan hasil produknya pada tahun 2012 di Jakarta Conventional Center, Ungkap Marsela.

Dan pameran produk lokal daerah perbatasan di Taman Mini Indonesia indah, membuat dirinya tidak merasa canggung untuk terus berusaha menghidupi ekonomi keluarganya, meskipun banyak pelaku usaha pemilik galeri tenunan di daerah ini, tutur Marsela. Dalam perkembangan tata busana, pemerintah daerah telah menetapkan salah satu aset ini untuk digunakan pada setiap hari kamis dengan bentuk pakaian dinas sesuai kearifann lokal, termasuk pada wadah pendidikan mulai tingkat TK/PAUD  sampai level SMU/SMK untuk memasyakatkan peninggalan leluhur serta metode peningkatan  peluang usaha ekonomi kreatif di daerah ini dan terus digalakan dinas teknis.

Dia juga mengaku, pada iven - iven besar misalkan, pesta keagamaan dan kunjungan para pejabat negara, banyak orderan yang masuk untuk membutuhkan hasil tenunan yang dikerjakan, sehingga dirinya puas dengan karyanya untuk tetap menjaga warisan leluhur ini, disisi lain tenun ikat tanimbar sudah banyak dikenal pada level daerah, nasional hingga tingkat internasional melalui sinergitas promosi yang berkelanjutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar