Kemerdekaan Kemanusiaan Belum Dipenuhi Maksimal

KBRN,Saumlaki: Anggota DPRD Kepulauan Tanimbar, Deddi Son Titirloloby, S.Sos menegaskan, secara sah masyarakat di Tanimbar merdeka, namun kemerdekaan kemanusiaan belumlah tercapai secara hakiki, sehingga berbagai afirmasi program pembangunan di daerah seharusnya didukung alokasi anggaran dengan alokasi APBN yang lebih relevan dengan program prioritas, Jumat (19/8/2022).

“Kalo daerah ini diklaim masuk dalam kategori miskin ekstrim, saya selaku wakil rakyat sangat tidak puas, karena banyak potensi lokal dan masyarakat kita tidak lapar, selain itu pangan lokal kita berlimpah, maka kalau memang ada pendapat itu oleh pemerintah, harus dipenuhi dengan kucuran finansial yang memadai, bukan cuman slogan” tandas Titirloloby.

Pembangunan perbatasan yang digagas sebelumnya oleh pemerintah tahun 2015 lalu, dan Tanimbar masuk dalam moment itu, akan tetapi dari sisi pengentasan kemiskinan maupun pembangunan sumber daya manusia dapat ditingkatkan secara kongkrit, padahal kedepan kekayaan Gas yang akan dieksploitasi seperti Raksasa yang masih tidur, akan dikuras untuk kepentingan publik, sehingga manfaat jangka panjang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari kondisi sebelumnya, pinta Deddi.

Titirloloby menilai, dari alokasi anggaran APBD tiap tahun masih belum mampu membiayai program berjangka, apalagi dengan nilai investasi yang minum turut mempengaruhi pendapatan asli daerah yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

Kondisi Letak Geografis yang cukup sulit di pulau terluar yang dikenal “ Forgoten Island”, diharapkan nilainya dapat diubah menjadi daerah maju, mandiri, dan berdikari sejajar dengan wilayah lain yang keluar dari lingkaran garis kemiskinan, pungkas Deddi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar