Tenun Tanimbar Jadi Souvenir Saat Penutupan UKW Maluku.

Pemberian syal tenun ikat sebagai kenang-kenangan.jpg

KBRN, Saumlaki: Souvenir merupakan tanda mata atau pemberian sebagai kenang-kenangan. Souvenir dapat berwujud benda apa pun dan tidak terikat pada aturan yang membatasi penggunaan barang apa saja yang dapat dijadikan sebagai souvenir. 

Meski demikian, terdapat beberapa barang yang sangat khas dijadikan sebagai souvenir seperti kipas, gantungan kunci, cangkir dan masih banyak lagi benda lainnya.

Seperti halnya souvenir yang diberikan oleh tiga Organisasi Pers, masing-masing Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Maluku, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Maluku, dan Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Maluku, kepada Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya, bersama 4 orang Penguji dari total 9 Penguji lainnya yang dipercayakan memberikan uji kompetensi kepada para kuli tinta asal Maluku, dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung 2 hari, yakni pada Rabu (29/06/2022) hingga selesainya, Kamis 30 Juni kemarin.

Kegiatan UKW yang berlangsung di The Natsepa Hotel Resort and Conference Centre, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku itu diikuti oleh para peserta yang berjumlah 54 orang wartawan dan jurnalis dari berbagai daerah se-Provinsi Maluku, termasuk salah satunya dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), daerah yang khas dengan budaya Duan Lolat-nya serta kerajinan unggulannya, yakni Kain Tenun Ikat Tanimbar yang telah mendunia.

Satu hal yang menyita perhatian dalam UKW tersebut, yakni pelaksanaan penutupan kegiatan UKW, tepatnya saat penyerahan souvenir berupa Selendang yang terbuat dari Kain Tenun Ikat Tanimbar yang diserahkan oleh tiga Pimpinan Organisasi Pers dalam acara penutupan UKW dimaksud.

Tampak terpancar raut wajah bangga dan haru para penguji saat menerima tanda mata atau kenang-kenangan tersebut. 

Salah satu penguji asal Jawa tengah yang juga salah satu penguji yang berasal dari Pengurus PWI Jawa Tengah, Masa Bakti 2020-2025 dan menjabat sebagai Ketua Badan Uji Kompetensi Wartawan (BUKW), Widiyartono Radyan misalnya, sempat memuji keindahan dari motif Syal Tenun Ikat Tanimbar yang ia terimanya.

"Waah, hari ini Syal punya saya jadinya dua. Satunya diberikan oleh salah satu peserta saya yang berasal dari Tanimbar sebagai kenang-kenangan dan tanda persahabatan, dan satunya lagi dari Pengurus PWI Provinsi Maluku. Istri saya pasti senang dapat oleh-oleh dari Maluku. Tadi juga saya sudah rasakan nikmatnya Rujak khas Destinasi Wisata di Pantai Natsepa. Terima kasih atas oleh-olehnya dari Maluku," ungkap Widiyartono Radyan, Penguji yang dikenal ramah terhadap para peserta ujinya ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar