Program Jaksa Masuk Sekolah Tekan Angka Kriminalitas Anak
- 09 Feb 2026 07:27 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli melalui Tim Intelijen memperkuat langkah preventif dalam menangani fenomena kenakalan remaja di Kabupaten Tolitoli. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) serta sosialisasi hukum secara masif sejak awal tahun 2026.
Kasubsi 1 Intelijen Kejaksaan Negeri Tolitoli, Muhammad Rafi Syahputra, mengatakan langkah ini merupakan respons cepat atas tingginya kerentanan remaja terjerumus dalam tindak pidana. Berdasarkan hasil evaluasi, banyak pelanggaran hukum yang dilakukan anak bermula dari minimnya pemahaman terhadap konsekuensi hukum.
“Kami mengambil tindakan secara cepat di awal tahun dengan melakukan kegiatan edukasi untuk memberikan pemahaman mengenai tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan perbuatan melawan hukum,” ujar Rafi dalam dialog Jaksa Menyapa di RRI Tolitoli, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, fokus edukasi saat ini mencakup pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, serta pelanggaran asusila. Menurutnya, masa remaja merupakan fase krisis identitas, di mana anak cenderung mencoba hal baru demi pengakuan lingkungan tanpa mempertimbangkan dampak hukum.
Lebih lanjut, Kejaksaan menegaskan penanganan perkara anak tetap mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Meski terdapat mekanisme Diversi sebagai penyelesaian di luar pengadilan, tidak semua tindak pidana dapat diselesaikan melalui jalur tersebut, khususnya kasus dengan ancaman pidana berat.
Melalui program JMS dan sosialisasi melalui media, Kejari Tolitoli berharap keterlibatan anak dalam perkara hukum dapat terus ditekan. Rafi juga mengajak peran aktif orang tua dan guru sebagai pengawas utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan bermental kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....