TNI-Polri di Malut Makin Solid, Kapolda: Jangan Terpancing Hoax Situasi Papua Barat dan Maluku

KBRN, Ternate: Menyikapi situasi dan kondisi di Provinsi Papua Barat maupun Maluku beberapa hari terakhir, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) dan Komando Resort Militer (Korem) 152/Baabullah menggelar apel kesiapsiagaan dengan melibatkan seluruh personel TNI-Polri baik di tingkat Polda hingga di jajaran Polres hingga Kodim di wilayah Malut.

Apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung oleh Kapolda, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin dan Danrem 152/Baabullah yang diwakili Kasrem Kolonel Inf, Wawan Subarjo, berlangsung di lapangan ngara lamo Soa-Sio Ternate, Kamis (27/1/2022).

Kapolda Malut, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin usai apel kesiapsiagaan kepada RRI dan sejumlah wartawan menyatakan, situasi dan kondisi di 10 Kabupaten dan Kota di Malut saat ini sangat aman dan kondusif.

“Apel luar biasa antara TNI-Polri ini dengan tujuan agar wilayah Malut tetap aman dan damai,” ungkap Kapolda.

Kapolda bilang, apel yang dilaksanakan tersebut merupakan implikasi yang terjadi di Provinsi tetangga yakni Papua Barat dan Maluku sehingga perlu direspon cepat untuk mengantisipasi sehingga tidak berdampak ke Malut.

“Malut sudah aman dan damai sehingga perlu kita mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi di wilayah Malut,” katanya.

Kapolda bilang, dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya juga menginginkan agar seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat serta anggota TNI-Polri agar bisa menepis infrormasi hoax yang saat ini beredar sehingga bisa membuat dampak negatif dari kejadian tersebut.

“Kita juga akan buat satu tim dalam rangka eduksi dan sosialisasi terkait dengan situasi yang sebenarnya, denga sinergi TNI-Polri di level yang paling bawah,” jelasnya.

Meski dalam kondisi aman menurut Kapolda, tiga wilayah di Malut yakni Morotai, Halmahera Utara dan Halmahera Barat tetap menjadi sorotan utama.

“Artinya bahwa permasalah disitu agak mirip, makanya jangan sampai ada kesempatan untuk mengiukuti cara-cara demikian,”jelasnya.

Permasalahan tapal batas antara Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat menurut Kapolda juga menjadi permasalahan serius yang harus diselesaikan oleh dua pemerintah setempat termasuk dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Masalah tapal batas itu kan, Kemendagri sudah jelas tapal batasnya tinggal bagaimana masyarakat ini harus dibantu untuk penyelesaian identitas dan lain sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, Kasrem 152/Baabullah, Kolonel Inf Wawan Subarjo berharap, kepada semua tokoh di Malut untuk bisa bersama-sama mengajak satu sama lain agar situasi di Malut bisa lebih aman.

“Jangan terpancing isu-isu yang tidak jelas yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan untuk memecah belah bangsa,” harapnya.

Karsem juga minta kepada para tokoh agama baik ustad maupun pendeta se-Malut untuk bisa menyampaikan menyampaikan himbauan saat berceramah di masjid maupun gereja sehingga situasi yang terjadi di luar Malut tidak berdampak hingga ke Malut.

“kita harus berdsatu sebagaimana slogan di Malut yakni ‘torang samua basudara dan tidak perlu terjadi hal-hal yang dialami saudara-saudara kita di Sorong dan Maluku,” harapnya lagi.

Usai apel kesiapsiagaan tahun 2022, kegiatan dilanjutkan dengan patroli gabungan skala besar yang dilakukan TNI-Polri di Malut dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua di Kota Ternate.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar