Larangan Penggunaan Petasan Berdaya Ledak Tinggi saat Natal dan Tahun Baru di Malut

Ilustrasi Petasan (Dok: Antaranews)

KBRN, Ternate: Kepolisan Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mulai melarang penggunaan petasan berdaya ledak tinggi saat perayaan natal dan malam pergantian tahun 2021 di Malut.

Larangan penggunaan petasan berdaya ledak tinggi tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Kombes (Pol) Adip Rojikan saat dikonfrimasi RRI, Rabu (1/12/2021).

Menurut Adip, penggunaan petasan atau kembang api dalam yang berdaya ledak tinggi pada saat pergantian tahun tersebut sudah disepakati karena bukan merupakan budaya dari warga negara Indonesia.

“Ini bukan budaya kita,” ungkapnya.

Maka itu Adip menegaskan, Polda maupun Polres jajaran akan melakukan penertiban penyalahgunaan penggunaan kembang api maupun petasan yang dapat memicu kebakaran maupun lain sebagainya.

Untuk itu adip menjelaskan, Intel merupakan unsur yang dikedepankan dan akan terus melakukan pengawasan terkait distribusi petasan di Malut jelang pergantian tahun nanti.

“Kalau ketika didapati adanya penyimpangan maka kita akan berikan pembinaan kepada distributor maupun kepada penualnya,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Adip, jika dari pembinaan masih diketemukan adanya unsur pelanggaran sesuai dengan aturan yang ditetapkan maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum.

“Kalau jelang melanggar aturan maka pasti diproses hukum,” tegasnya.

Adip menambahkan, petasan berdaya ledak tinggi sudah diatur sesuai dengan ketentuan yang ada, maka itu nantinya akan dilakukan pengecekan dilapangan dan jika ada penggunaan petasan berdaya ledak tinggi yang tidak sesuai aturan maka terhadap yang bersangkutan akan ditindak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar