Jumlah Lakalantas Selama Operasi Zebra di Malut Meningkat, Ratusan Pelanggar Dijaring Polisi

KBRN, Ternate: Jumlah kecelakaan lalulintas di Maluku Utara (Malut) selama operasi zebra Kieraha 2021 sejak 15 hingga 28 November 2021 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan operasi zebra Kieraha 2020 kemarin.

Dari data rekapitulasi operasi zebra Kieraha 2021 dari Ditlantas Polda Malut dari Polres jajaran terhitung 28 November 2021 kemarin, jumlah lakalantas yang tercatat sebanyak 14 kecelakaan dengan rincian 6 kasus meninggal dunia, 9 kasus luka berat dan 11 kasus luka ringan.

Direktur Lalulintas Polda, Malut, Kombes Pol B. Twedy Aditya Bennyahdi melalui Kasubdit Gakkum, Kompol Andreas A. F saat dikonfrimasi RRI, Senin (29/11/2021) menyatakan, 14 kasus lakalantas selama operasi zebra Kieraha 2021 tersebut paling tinggi ada di Polres Halmahera Barat (Halbar) dengan 4 kejadian dan paling sedikit ada di Polres Kabupaten Kepulauan Sula dan Polres Halmahera Timur dengan masing-masing 0 kasus.

“Total kerugian materil dari lakalantas yang terjadi selama operasi zebra kurang lebih senilai Rp.63.000.000,” ungkap Andreas.

Sementara untuk pelanggaran lalulintas selama 14 hari pelaksanaan operasi zebra menurut Anreas, untuk tindakan berupa tilang yang dikeluarkan dari masing-masing jajaran sebanyak 616 tilang sementara, tindakan berupa teguran berjumlah 1.146.

Andreas merincikan, jumlah tilang dari Polres jajaran yang diterima Ditlantas Polda Malut, paling banyak ada di Polres Ternate berjumlah 376 pelanggaran, disusul oleh Ditlantas Polda Malut sebanyak 127 pelanggaran dan yang paling sedikit ada di 3 Polres dengan jumlah 0 kasus masing-masing Polres Tidore, Halmahera Timur serta Polres Kepulauan Sula.

Mantan Kasat Lantas Polres Ternate ini juga mengatakan, untuk jumlah teguran selama operasi zebra paling banyak ada di Polres Halmahera Tengah dengan jumlah sebanyak 459 teguran, disusul oleh Ditlantas Polda sebanyak 178 teguran.

“Paling sedikit masih sama dengan 3 Polres yang jumlah tilangnya sedikit tersebut,” tegasnya.

Kepada masyarakat di Malut khususnya pengedara, dirinya menghimbau untuk tetap mematuhi peraturan peraturan lalulintas dijalan raya, karena satu pelanggaran bisa berakibat fatal bagi pengendara maupun orang lain.

“Selain itu protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19 juga harus tetap dikedepankan karena itu merupakan langkah untuk mengantisipasi laju penularan Covid di daerah ini,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar