Wadokai Maluku Utara Laksanakan Ujian Kenaikan Tingkat Bagi 57 Atlit di Kota Ternate

Suasana Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Wadokai Maluku Utara (Dok.RRI)
Peserta yang ikut Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Wadokai Maluku Utara saat melakukan uji tanding (Dok.RRI)

KBRN, Ternate : Pengurus Wadokai Karate-do Pravinsi Maluku Utara Minggu (26/9/2021) pagi hingga malam melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk bagi para atlit Wadokai Kota Ternate.

Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilaksanakan di aula Babullah Kantor Walikota Ternate itu diikuti 57 atlit Wadokai Kota Ternate.

Ketua Tim UKT Wadokai Maluku Utara Riniyanti di sela-sela pelaksanaan UKT mengataka,  pelaksanaan UKT kali ini tidak sama seperti sebelumnya yang ikut cukup banyak, akan tetapi untuk kali ini hanya 57 atlit, karena disesuaikan dengan Program Wadokai Maluku Utara dengan melihat atlit-atlit yang sudah mampu baru diikutsertakan dalam UKT.

”Dalam UKT kali ini dilakukan seleksi terlebih dahulu dengan ketat, baru kemudian diikutsertakan pada pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat atau UKT.

Dalam pelaksanaan UKT tersebut dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat terhadap para atlit Wadokai Kota Ternate.

Selama tahun 2021 meskipun di masa Pandemi Covid-19 kata Riniyanti Wadokai Maluku Utara telah tiga kali melaksanakan Ujian Kenaikan Sabuk (UKT), sebab untuk UKT biasanya dilakukan enam bulan sekali, namun tergantung dari frekuensi latihan.

Saat ini Wadokai Kota Ternate dalam seminggu 6 kali latihan sehingga dalam jangka waktu empat bulan sudah dapat melaksanakan UKT seperti yang dilakukan.

Sementara itu Sekretaris Wadokai Maluku Utara M. Riskal Amal Tomagola mengatakan, kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk yang dilakukan ini sudah menjadi program wajib yang dilakukan setiap 4 atau 6 bulan sekali.

Untuk Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) kali ini dari 57 atlit yang ikut untuk UKT dari sabuk putih ke kuning 20 atlit, kuning ke hijau 15 atlit, hijau ke biru 10 atlit, biru ke coklat 8 atlit dan coklat turun kyu 4 atlit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00