Keterbatasan Alat Latihan Atlit Dayung Malut Tetap Optimis Raih Medali di PON Papua

Pelatih Dayung Maluku Utara Tim PON XX Papua Frengky Marcarthur (Dok.RRI)

KBRN, Ternate : Atlit Dayung Maluku Utara optimis dapat mempersebahkan medali pada PON XX di Papau Oktober nanti, meskipun terkendala dengan peralatan latihan karena tidak ada dukungan dari KONI maupun Pemda Maluku Utara untuk peralatan.

Cabang olahraga Dayung merupakan salah satu cabang olahraga yang lolos PON Papua bulan Oktober 2021 nanti dan saat ini terus melakukan latihan persiapan terhadap atlitnya.

Meskipun di masa pandemi Covid-19, namun dayung telah mengirimkan satu atlitnya untuk melaksanakan latihan di Jogyakarta sedangkan satu atlit lagi akan menyusul.

Pelatih Dayung tim PON Maluku Utara Frengky Marchartur kepada RRI Sabtu (24/7/2021) mengatakan, untuk Dayung lolos PON pada dua nomor yaitu LM1X Single Scool dan LM2X Double Scool kelas Ringan Putra.

”Satu atlit sudah melaksanakan latihan di Sleman Jogjakarta sejak Mei 2021 karena di Maluku Utara tidak memiliki alat Dayung juga tidak ada dukungan dari KONI maupun Pemda Maluku Utara untuk pengadaan peralatan,” Ungkap Frengky Marchartur.

Satu atlit Dayung lainnya dalam waktu dekat juga sudah akan menyusul untuk bergabung dalam latihan di Sleman Jogyakarta, karena sementara mengurus surat izin.

Menyinggung mengenai perkembangan olahraga Dayung di Maluku Utara kata Frengky Marchartur mengalami peningkatan yang cukup baik, karena pada dua kali PON cabang olahraga Dayung dapat membuktikan dengan meloloskan atlitnya di PON.

Namun demikian untuk meningkatkan perkembangan olahraga Dayung di Maluku Utara sangat dibutuhkan peralatan, sementara potensi atlit untuk Dayung di Maluku Utara sangat banyak hanya saja terkendala tidak ada peralatan.

Di masa pandemi covid-19 atlit Dayung Maluku Utara tetap melaksanakan latihan secara rutin di Sleman Jogyakarta dan harapan besar agar KONI maupun Pemerintah Maluku Utara dapat membantu menyiapkan peralatan Dayung untuk memudahkan latihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00