Erryl Agoes, Anak Dokter yang Sukses Jabat Direktur Pelanggaran HAM di Kejaksaan Agung

Erry Prima Putera Agoes (Dok: Istimewa)

KBRN, Ternate: Sosok Erryl Prima Putera Mungkin merupakan sosok yang tidak terlalu familiar di kalangan masyarakat Maluku Utara.

Nama Erryl mulai dikenal publik karena kesuksesannya meningkatkan jumlah kasus korupsi pengadaan pengadaan di Biro Umum Pemprov Malut 2009-2010, tindak pidana korupsi Pembangunan Puskesmas Sahu Tikong, Taliabu 2016 dan tindak pidana korupsi APBD 2016 pembangunan kapal Halmahera Utara serta kasus pengadaan kapal penangkap ikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang merugikan keuangan negara senilai Rp4,7 miliar.

Foto Bersama Erryl Agoes dan Keluarga (Dok: Istimewa)

Dari empat kasus yang dilimpahkan dari bidang Intel ke Pidsus tersebut, Erryl yang dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai Kajati Maluku Utara tertanggal 29 Mei 2020,sudah menyelesaikan satu kasus yakni pengadaan kapal penangkap ikan dengan menahan empat orang terduga tersangka.

Erryl Agoes yang lahir di Yogyakarta 19 Maret 1963 ini merupakan putra sulung dari Prof. Dr. H. Azwar Agoes, DAFK.SpFK yang merupakan pendiri arsitektur Unsri Palembang.

Gadung Azwar Agoes yang Diabadikan dari Nama Ayah Erryl Prima Putera Agoes di Unsri Palembang (Dok: Istimewa)

Karir Erryl di Kejaksaan terbilang sulit, pasalnya karir-nya di lembaga Adyaksa dimulai dari bawah sebagai pegawai tata usaha/calon tahun 1989 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

Suami dari Jasmine Damayanti Simatupang ini, mulai Fungsi Jaksa pada 1991 dan penempatan awal di Kejari Jakarta barat dan pada 1993 sebagai Kasubsi Tindak Pidana Umum lain di Kejari Pontianak.

Pada tahun 1996, ayah tiga orang anak ini dipercayakan menjadi Kasi Pidum Kejari Sanggau dan 1997 naik menjadi Kacabjari Sanggau di Entikong.Sejumlah jabatan penting baik Kejari, Kejati hingga Kejaksaan Agung pernah menjabat oleh pria kelahiran 1993, termasuk jabatan terkahir sebelum menjadi Kajati Maluku Utara adalah Wakil Kajati Maluku pada 28 Februari 2017 lalu.

Erryl Agoes dan Istrinya Jasmine Damayanti Simatupang (Dok: Istimewa)

Disela masa kedinasan, jebolan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang 1987 ini melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Tanjung Pura Pontianak pada 2006 dan di tahun 2018 Erryl resmi menyandang gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Jayabaya Jakarta.

Setahun lebih memiliki sebagai Kajati Maluku Utara, 14 Juli 2021 kemarin, Erryl Prima kembali dipercayakan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin melalui Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung RI Nomor: 169 tahun 2021 untuk sebagai Direktur Pelanggar Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda di Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung di Jakarta.

Foto Bersama Erryl Agoes dan Jaksa Agung ST Burhanuddin (Dok: Istimewa)

"Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf jika selama disimpan di Maluku Utara, ada kesalahan yang saya lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja," ungkap Erryl saat ditemui RRI, Sabtu (24/7/2021) malam.

Erryl dalam kesempatan tersebut juga minta masyarakat Maluku Utara agar dapat membantu dan memberikan dukungan kepada Dade Ruskandar sebagai Kajati Maluku Utara menempatkan.

"Saya titip beliau, bantu beliau dalam melaksanakan tugas di Maluku Utara," harapnya mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00