Brigpol R Dilaporkan ke Propam Polda Malut Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Anak

Orang Tua Korban Didampingi Perwakilan DP3A saat Membuat Laporan di Polsek Selatan (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Keluarga korban kasus dugaan kekerasan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Malut atas nama Brigpol R diadukan ke Bidang Provesi dan Pengamanan (Bidporpam) Polda Maluku Utara.

Selain ke Propam untuk proses internal, keluarga korban, korban AS alias Arjuna (15) juga membuat laporan polisi di Polsek Ternate Selatan, karena tidak menerima tindakan yang diduga dilakukan oleh Brigpol R.

Supriyadi (49) ayah korban saat ditemui di Polsek Ternate Selatan, Selasa (9/8/2022) mengaku, korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara akibat mengalami luka lebam di bagian mata, kaki hingga di bagian belakang.

“Anak saya sampai sekarang kondisinya masih dirawat di RS Bhayngkara, anak saya ini diduga dianiaya menggunakan selang air oleh oknum Polisi tersebut,” ungkapnya.

Kondisi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Brigpol R (Dok: Ist)

Supriyadi juga mengaku, dalam kasus ini, sejumlah oknum anggota Polisi hingga TNI-AD mencoba untuk membujuk keluarga korban untuk tidak meproses kasus ini ke tingkat Polda.

“Mereka mencoba rayu agar tidak melaporkan kasus ini, kalau oknum TNI-AD itu mereka datang karena istri Brigpol R adalah oknum anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad),” katanya.

"Yang datang itu komandan daei istrinya, tapi setelah mereka melihat kondisi anak saya, mereka langsung kembalikan ke keluarga," tambahnya.

Baca juga: Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur, Oknum Anggota Ditlantas Malut Dipolisikan

Ia menyatakan, dengan kondisi ini selaku orang tua korban, tidak akan mencabut laporan dan akan memproses kasus ini hingga benar-benar tuntas.

“Saya tetap proses, apapun yang terjadi, kalau boleh pak Polisi juga menyita CCTV di rumah oknum supaya bisa mengetahui pasti kejadian tersebut,” tegasnya.

Terpisah tim kuasa hukum DP3A Provinsi Malut, Try Handika Juli Putra saat dikonfrimasi menyatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke Propam Polda Malut.

“Kami mendampingi keluarga korban, sudah membuat laporkan ke Propam,” katanya.

Dirinya berharap Kapolda Malut untuk bisa memproses kasau ini agar bisa memberikan efek jerah terhadap oknum anggota lain.

Try Handika juga mengaku, kasus tersebut memang bermula dari dugaan pencurian yang dilakukan korban.

“Iya, memang korban pencuri sepatu, tapi kan tidak seharusnya diamankan dan dibawa ke rumah lalu main hakim sendiri, harusnya dibawa ke Polsek untuk diproses,” akunya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil saat dikonfrimasi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan yang masuk di Propam.

“Iya kasus itu sudah diterima di Propam tadi,” katanya.

Selanjutnya lanjut Michael, kasus ini akan diproses secara profesional dengan memanggil sejumlah saksi.

“Pasti diproses secara profesional, saksi-saksi juga akan kami panggil,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar