Pelaku Kekerasan Seksual Anak 6 Tahun di Ternate Dikecam PPPA Malut

Kepala Dinas P3A Malut, Musrifah Alhadar (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kasus kekerasan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kelurahan Stadion, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut) mendapat perhatian khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Malut.

Kepala Dinas P3A Malut, Musrifah Alhadar kepada RRI, Minggu (3/7/2022) menyatakan, tindakan pelaku sangat tidak terpuji.

Karena menurutnya, anak-anak seharusnya dilindungi ternyata malah mendapat perlakukan yang tidak wajar bahkan sampai pada pelecehan seksual.

Musrifah menegaskan, kasus pelecehan yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap korban bocah perempuan yang masih berusia 6 tahun, harus di proses sesuai Undang-Undang perlindungan anak.

Baca juga: Bocah Perempuan 6 Tahun di Ternate Jadi Korban Pelecehan Seksual OTK

Musrifah juga menyatakan, pelaku harus menerima hukuman dan tidak ada kata damai, karena jika dibiarkan bisa jadi kelakuannya akan berulang kembali.

“kalau bisa pelaku di periksa kejiwaannya,” akunya.

Kepada orang tua dirinya juga minta untuk untuk lebih memperhatikan anak-anaknya dan jangan biarkan anak-anak sendiri.

“Karena anak-anak sangat rentan akan kekerasan,” tuturnya. 

Hal ini karena, anak-anak sangat cepat termakan bujukan apalagi kalo ada iming-iming dari seseorang.

“Arahkan anak-anak untuk tidak cepat akrab dengan orang-orang yang tidak dikenalnya, ajarkan juga apabila ada orang yang jahat terhdp mereka segera berteriak dan menjauh,” katanya.

Selain itu Musrifah juga minta kepada orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang reproduksi organ tubuh mereka sejak dini sehingga mereka bisa memahami bagian-bagian tubuh mereka.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dan pelaku segera menerima hukuman sesuai UU yang berlaku,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar