Polda Ungkap Keterlibatan Oknum di Penyelundupan Kendaraan Ilegal dari Sulut

KBRN, Ternate: Kasus penyelundupan 22 kendaraan tanpa dokumen yang dikirim dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke Maluku Utara (Malut) melalui jalur laut yang diungkap Tim Resmob Direktorat Resrse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut ternyata ada keterlibatan oknum anggota.

“Memang ada keterlibatan oknum dalam kasus penyelundupan kendaraan ke Malut,” ungkap Kapolda Malut, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin saat dikonfrimasi RRI, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Telusuri Hingga Ke Sulut, Polda Ungkap Motor Curian yang Diselundupkan ke Malut

Kapolda menegaskan, dengan keterlibatan oknum anggota dalam kasus ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Komandan Korem (Danrem) 152/Babullah untuk menindak tegas teehadap anggota yang coba-coba membeking masuknya kendaraan ilegal. 

“Dengan keterlibatan oknum ini, saya sudah komunikasi dengan Danrem, yang pasti ini bukan anggota kita di Malut tapi di Provinsi Sulut sana, karena pintu keluarnya dari sana. Makanya Dirlantas yang baru saya minta untuk ikut mengusut,” tegas Kapolda.

Selain keterlibatan oknum anggota Kapolda juga mengaku, ada keterlibatan masyarakat.

“Ada oknum, tapi paling banyak adalah masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Lagi, Motor Tak Bersurat dari Sulut Diamankan Resmob Ditreskrimum Malut

Menurutnya, belasan kendaraan yang merupakan kasus kasus kejahatan di Provinsi setempat, dalam waktu dekat akan diserahkan untuk dilakukan penyelidikan.

“12 kendaraan yang ada Laporan Polisi di Polda Sulut, akan kita serahkan kasana supaya bisa dikembangkan,” ungkapnya.

Baca juga: Kapolda: Kendaraan Ilegal dari Sulut ke Malut Terus Diselidiki

Kapolda mengaku, sebagai Provinsi terbahagia di Indonesia, dirinya sangat malu jika Malut menjadi Provinsi penyangga hasil kejahatan. 

“Makanya saya juga minta tolong masyarakat supaya jangan terpancing atau tergiur dengan kendaraan yang dijual murah, karena itu psti dicurigai karena tidak memiliki dokumen surat-surat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar