Ditsamapta Dalami Penyelundupan Bir China ke Maluku Utara

Direktur Samapta Polda Malut, Kombes (Pol) Sukron (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Maluku Utara (Malut) terus melakukan penyidikan barang sitaan berupa Minuman Keras (Miras) jenis tsingtao dan Snow Beer yang dipasok dari China dengan tujuan PT. Iwip yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Sejumlah saksi juga ikut dipanggil tim Subdit Gasum Ditsamapta Polda Malut untuk dimintai keterangan atas barang sitaan yang diamankan di pelabuhan Bastiong, Kacamatan Kota Ternate Selatan saat hendak dibawa ke PT. Iwip menggunakan satu truk lintas melalui Ferry.

Infromasi yang dihimpun menyebutkan, untuk mengusut barang temuan itu, Koordinator Perwakilan Iwip di Ternate, Dakir juga dipanggil  Ditsamapta untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Polda Didesak Ungkap Pemasok Miras Asal China ke PT.Iwip

Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Malut, Kombes Pol Sukron saat dikonfrimasi, Kamis (30/6/2022) menyatakan, untuk temuan miras asal China, tim masih terus bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ada.

“Kita hanya dalami saja dan untuk temuan itu masih terus dilakukan penyidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai tugas dan fungsi, penyidikan yang dilakukan hanya sebatas apa yang ditemukan dilapangan, sementara untuk penyelidikan pengembangan termasuk pengirim dan penerima itu merupakan kewenangan dari Direktorat Reserse Krimunal Khusus (Ditreskrimsus).

“Kalau penyelidikan keluar, itu ranahnya Krimsus, karena mereka ada tim, kalau di kita (Samapta) hanya penindakan di tempat,” tuturnya.

Baca juga: Bea Cukai Ternate Tanggapi Bir Sitaan Diduga Tanpa Pita Cukai di Pelabuhan Bastiong

Disentil terkait dengan pita cukai pada miras yang diamankan Sukron juga mengaku bukan ranahnya Ditsamapta.

“Itu ranahnya Bea Cukai, dan itu harus dikembangkan oleh mereka bukan dari kita, karena itu tugas pokok mereka sementara kita hanya pada Tindak Pidana Ringan (Tipiring) saja,” tegasnya.

Dirinya mengaku, langkah yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari meminimalisir adanya tindak pidana kejahatan yang diawali dari minuman keras.

“Kita (Samapta) hanya lakukan pencegahan saja supaya bisa memakan kriminal di Malut,” pungkasnya.

Baca juga: Miras Ilegal dari China Masuk di Malut, Bea Cukai Dinilai Lalai

Disentil terkait dengan pemanggilan Dakir, Sukron menegaskan bahwa kehadiran perwakilan PT. Iwip di Ditsamapta malut hanya sebatas panggilan sebagai saksi.

“Dia hanya dipanggil sebagai saksi untuk konfirmasi saja soal temuan miras yang kita amankan ini,” tegasnya lagi.

Sementara itu sebelumnya, Zulkifli alias Ipi salah satu sopir truck lintas yang diamankan Ditsamapta sempat mengaku jika sudah 4 kali membawa barang yang milik perusahan tersebut.

“Saya sudah 4 kali bawa barang makanan ke Iwip, karena saya hanya sopir lintas dan disuru menjalankan tugas saja, kan saya juga hanya mencari,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ipi juga mengaku, barang yang diangkut tersebut dilakukan sesuai dengan arahan dari Aji yang diketahui merupakan mantan karyawan Iwip dan dijemput oleh Alex salah satu Tenaga Kerja Asing (TKA) bertempat di gudang akomodasi P belakang kantin 5 karyawan China.

“Saya tau kalau itu adalah bir, tapi kita kan hanya sopir dan sebelumnya juga sudah pernah angkutan, makanya saya pikir tidak apa-apa, kalau tidak salah,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar