Usut Fakta Persidangan Kasus Nautika, Kajati: Peran Kadikbud Malut Ditelusuri

Kajati Malut, Dade Ruskandar Didampingi Kajari Ternate, Abdullah (kiri) saat Dikonfrimasi Wartawan di Kantor Kejari Ternate (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut) menyatakan akan terus menelusuri kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal penangkap ikan dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut tahun anggaran 2019 terus diusut.

Kasus dengan terpidana Zainuddin Hamisi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ibrahim Ruray selaku Direktur Utama PT. Tamalanrea Karsatama tetap diusut karena nama Kadikbud Malut, Imam Makhdy Hassan juga terseret dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ternate, 16 Februari 2022 lalu.

“Kasus itu tetap kita selidiki terus,” ungkap Kajati Malut, Dade Ruskandar saat dikonfrimasi RRI, Senin (27/6/2022) saat melakukan silaturahmi di kantor Kejari Ternate.

Baca juga: Kejari Ternate Ajukan Memori Kasasi Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Nautika

Dade mengaku, terkait dengan surat saran Kajari Ternate yang meminta Kajati untuk melakukan penyelidikan terfokus pada lokasi kejadian dirinya mengaku belum menerima surat tersebut.

“Kalau surat itu mungkin sudah masuk tapi saya belum dapat, nanti saya cek lagi,” tuturnya.

Yang pasti menurut Dade, apa yang menjadi fakta dalam persidangan akan terus ditelusuri. 

“Nanti kita konfirmasi lagi, karena informasinya, sebelum dia masuk sudah ada pencairan, makanya akan kita usut lagi, siapa yang menandatangani pencairan tersebut,” tegasnya.

Baca juga: Diputus Bebas, Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Kapal Nautika Siap Hadapi Kasasi Kejati Malut

Kajati juga mengaku, selain mengusut fakta persidangan tersebut, pihaknya juga masih melakukan upaya hukum kasasi teehadap dua tersangka yang diputus bebas oleh pengadilan Tipikor Ternate.

“Kalau upaya hukum, masih tetap berjalan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejati Malut menetapkan empat orang sebagai tersangka dan dua diantaranya diputus bebas sementara dua lainya diputus dengan hukuman yang berbeda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar