Kapolda: Kendaraan Ilegal dari Sulut ke Malut Terus Diselidiki

Kapolda Malut, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin (Dok: Istimewa)

KBRN, Ternate: Kasus penyelundupan kendaraan roda dua maupun empat dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke Maluku Utara (Malut) melalui jalur laut yang diungkap Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut akan terus ditelusuri.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui pasti bahwa kendaraan bodong yang dikirim ke Ternate ini merupakan kendaraan hasil dari tindak pidana kejahatan berupa pencurian ataukah tidak.

Baca juga: Lagi, Motor Tak Bersurat dari Sulut Diamankan Resmob Ditreskrimum Malut

Kapolda Malut, Irjen (Pol) Risyapudin Nursin saat dikonfrimasi RRI, Senin (13/6/2022) menyatakan, 22 unit kendaraan tanpa dokumen yang diamankan Ditreskrimum di pelabuhan Ferry Bastiong Ternate akan diusut tuntas secara cepat.

“Ada 22 kendaraan, 21 diantaranya adalah kendaraan roda dua dan 1 diantaranya adalah kendaraan roda 4,” ungkap Kapolda.

Baca juga: Diduga Hasil Curian, Polda Malut Amankan Belasan Kendaraan dari Sulut

Untuk mengusut kasus tersebut lanjut Kapolda, pihaknya sudah memerintahkan kepada Karo Ops dan Dirlantas Polda Malut untuk menjadikan kasus ini sebagai target utama.

“Jangan sampai masyarakat Malut dibiarkan dan secara terus melakukan suatu pelanggaran dan penyimpangan didalam memiliki satu kendaraan serta tidak mematuhi aturan berlalulintas,” katanya.

Kapolda juga menyatakan, akan menindak tegas terhadap oknum-oknum anggota kepolisian yang terlibat didalam kegiatan penyimpangan apalagi menampung semua kendaraan tanpa ada dokumen.

“Saya tidak main-main, kalau sampai ditemukan ada akan tidak tegas,” tegasnya.

Selain itu lanjut Kapolda, pihaknya juga tidak menginginkan adanya proses administrasi kendaraan yang di Ditlantas Polda Malut dan Samsat yang tidak jelas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar