Destructive Fishing, Satu ABK Kapal Ikan dari Sulteng Dilumpuhkan Akibat Lakukan Perlawanan

KBRN, Malut: Personel markas unit (Marnit) Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) berhasil mengamankan satu kapal nelayan KM Musda 02 diperairan setempat.

KM Musda 02 asal Desa Bokang, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut, diamankan akibat melakukan kegiatan penangkapan ikan diwilayah perairan Malut menggunakan bahan peledak atau Destructive Fishing, Kamis (26/5/2022).

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Malut, Kombes (Pol) R Djarot Agung Riadi melalui Kepala Marnit Taliabu Ditpolairud Polda Malut, Aipda Rusdi Umanailo saat dikonfrimasi RRI, Jumat (27/5/2022) mengatakan, KM Musda 02 tersebut diamankan setelah anggota menerima adanya laporan nelayan sekitar bahwa sering terjadi aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

“Kita sering dapat laporan, makanya dari laporan itu saya langsung melakukan Patroli dan menemukan kapal yang kita curigai melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak,” ungkapnya.

Dengan temuan tersebut lanjut Rusdi, anggota Marnit Taliabu Ditpolairud langsung mendekati namun kapal tersebut malah melakukan perlawanan dengan menambah kecepatan kapal.

Aksi Pengejaran Kapal Sulteng di Perairan Maluku Utara (Dok: Istimewa)

Upaya untuk memberhentikan kapal tersebut menurtunya, anggota sudah sempat mengeluarkan peringatan dengan melepaskan tembakan peringatan sebanyak 5 kali ke udara.

“Kita sempat lakukan peringatan tembakan tapi mereka tidak menghiraukan,” tutyurnya.

Dengan langkah tersebut dirinya menegaskan, langsung memerintahkan anggota untuk mengambil tindakan keras dengan melakukan penembakan kea rah kapal.

“Kita tembah ke bodi kapal, dan satu ABK akhirnya diliumpuhkan atau tertembak di bagian paha kaki sebelah kiri,” tegasnya.

Dengan langkah tegas yang dilakukan tersebut lanjut Rusdi, kapal nelayan dari Pulau Banggai langsung matikan mesin dan keluar di atas dek kapal.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Kapal Musda 02 (Gross Ton 13) yang dinahkodai Aidar beserta 6 orang ABK, anggota berhasil mengamankan ikan sebanyak 1000 kg, 1 botol handak pada botol bir dan 1 handak pada jerigen 5 liter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar