Diundang Kejari, Mantan Kepala BPBD Akui Anggaran Covid di Ternate Terpakai Rp14 Miliar

Mantan Sekretaris Satgas Ternate, M. Arif Abdul Ghani (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Mantan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate yang juga mantan Sekretaris Satgas Covid-19, M. Arif Abdul Ghani diundang wawancara oleh tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate.

Undangan tersebut terkait dengan penggunaan anggaran dana Covid-19 Kota Ternate tahun 2021 senilai Rp22 miliar yang diduga bermasalah.

Pantauan RRI dilokasi, Selasa (24/5/2022), M. Arif Abdul Ghani yang mengenakan celana hitam dan kemeja putih beserta masker, mulai keluar dari meninggalkan kantor Kejari Ternate sekira pukul 13:09 Wit setelah diwawancarai oleh tim penyelidik.

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19, Kepala BPBD Diperiksa Kejari Ternate

M. Arif Abdul Ghani saat dikonfrimasi RRI mengatakan, kehadirannya di Kejari Ternate untuk wawancara terkait dengan mekanisme penanganan Covid-19 karena kapasitasnya sebagai Sekretaris Satgas pada tahun 2021.

Disentil terkait dengan anggaran Rp22 miliar yang tidak habis terpakai kata dia, anggaran yang tidak habis terpakai itu karena disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran tersebut masih tetap di kas daerah.

“Tidak habis bukan berarti itu di Satgas, tapi di kas daerah dan kita minta anggaran itu secara bertahap sesuai RKB,” ungkapnya.

Baca juga: Anggaran Covid, Kejari Jadwalkan Undangan Klarifikasi Mantan Kepala BPBD Ternate

Dirinya mengaku, anggaran Covid-19 di Kota Ternate tahun 2021 yang terealisasi kurang lebih Rp14 miliar.

“Ini kita baru dipanggil wawancara seputar penanganan Covid, dan sebagai Sekretaris Satgas saya menjelaskan terkait penanganan dan koordinasinya,” akunya.

Ia mengaku, satgas yang dibentuk ini bekerja sesuai dengan Surat Keputusan (SK) termasuk relawan.

“Relawan itu juga masuk dalam satgas Covid termasuk teman-teman media,” pungkasnya.

Sementara itu terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar saat dikonfrimasi membenarkan adanya undangan wawancara terhadap mantan Kepala BPBD Kota Ternate terkait anggaran Covid-19.

“Iya ada, dan itu masih sebatas wawancara saja, karena kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain mantan Kepala BPBD Ternate, sebelumnya tim penyelidik intelijen Kejari Ternate juga sudah melakukan wawancara terhadap sejumlah saksi baik Kadis Kesehatan Ternate, Nurabaity Radjabessy maupun mantan bendahara BPBD yang juga Plt Kepala BPBD Kota Ternate, M. Ihsan Hamzah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar