Kejari Didesak Tuntaskan Kasus Haornas Ternate

Aksi Unjuk Rasa di Kantor Kejari Ternate (Dok: Istimewa)

KBRN, Ternate: Gerakan pemuda Marhaenis Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate.

Aksi kedua kalinya di kantor Kejari Ternate tersebut untuk mengetahui perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018 yang ditangani Kejaksaan setempat.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Malut, Sartono Halek dalam orasinya mendesak Kejari Teenate untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Haornas tahun 2018.

Pasalnya menurutnya, dalam kasus tersebut menggunakan dua anggaran berbeda baik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Ternate senilai Rp2,5 miliar dan APBN Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) senilai Rp2,8 miliar.

“Kasus Haornas ini sampai sekarang tidak ada progres penyelesaian oleh lembaga penegak hukum, karena kasus ini diduga kuat telah menyeret sejumlah pejabat daerah di Kota Ternate,” ungkapnya.

Untuk itu, dalam aksi tersebut DPD gerakan pemuda Marhaenis Malut mendesak Kejari Ternate untuk segera melakukan pemanggilan terhadap mantan ketua tim anggaran pemerintah Daerah (TPAD) Kota Ternate yang saat ini menjabat sebagai wali kota.

“Ada tiga tuntutan, salah satunya adalah kasus Haornas dan sejumlah kasus yang ditangani Kejaksaan Tinggi Malut,” akunya.

Sementara itu secara terpisah Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar mengatakan, untuk perkembangan kasus tersebut pihaknya masih akan koordinasi dan mumpuni Kasi dengan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

“Kasus Haornas nanti saya tanyakan ke Kasi Pidsus dulu, soalnya masih ada lakukan pemeriksaan lain,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar