Selain ke Polres, Oknum Brimob Diadukan ke Propam Polda Malut

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Malut, Bahtiar Husni (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Oknum anggota Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Maluku Utara (Malut) dengan inisial Bripda IL kembali diadukan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Malut setelah resmi dilaporkan ke Polres Ternate.

Oknum Brimob tersebut dipolisikan atas kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur dengan korban berinisial AM (17) sesuai dengan surat Nomor: STPL/09/V/2022/ Res Ternate tertanggal 12 Mei 2022.

Penasihat Hukum (PH) korban, Bahtiar Husni saat dikonfrimasi RRI usai membuat laporan ke Propam Polda Malut, Jumat (13/5/2022) menegaskan, laporan atas kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur dengan korban AM sudah diterima Propam.

Bahtiar yang juga Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Malut juga mengaku, sebelum laporan itu dibawa, Propam sebelumnya sudah melakukan melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota Brimob tersebut.

“Laporan kami baru masuk hari ini, tapi atas dasar pemberitaan, Propam sudah lebih dulu memanggil terlapor untuk dilakukan pemeriksaan pada Kamis kemarin,” ungkapnya.

Baca juga: Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, Oknum Brimob Polda Malut Dipolisikan

Dengan langkah ini menurut Bahtiar, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Bid Propam Polda Malut, karena sudah mengambil langkah cepat meski laporan kami belum masuk.

“Kami memberikan apresiasi kepada Propam dan Kapolda Malut yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap terlapor tanpa menunggu laporan dari kami,”ucapnya.

Bahtiar bilang, atas kasus ini bisa menjadi pembelajaran penting buat profesi Kepolisian agar tidak semena-mena dalam tindak pidana, karena baru kemarin ada anggota yang dipecat tidak dengan hormat atas kasus seperti ini juga.

“Muda-muda ini menjadi efek jera bagi yang lain, agar kedepan tidak ada lagi oknum-oknum dari pihak Kepolisian yang bertindak seperti ini,”jelasnya.

Baca juga: Dua Anggota Brimob Polda Malut Dipecat Tidak Hormat

Dirinya berharap, kasus ini bisa mendapat hukuman yang pasti supaya bisa memberikan dampak yang baik buat anggota yang lainnya.

Bahtiar berjanji selaku kuasa hukum, pihaknya berkomitmen untuk memberikan rasa keadilan bagi korban, apalagi sudah menempuh beberapa kali upaya mediasi namun tidak ada etikat baik dari terlapor untuk menyelesaikan masalah ini.

“Olehnya itu kami berharap dari sini anggota Kepolisian tidak lagi bertindak semena-mena terhadap masyarakat,”tuturnya.

Untuk upaya mediasi atas kasus dugaan persetubuhan ini lanjut Bahtiar, dirinya merasa hal itu sudah terlambat dan kasus ini adalah delik pidana murni maka tidak bisa lagi diselesaikan.

“Tetap diproses, namun selebihnya kami serahkan kepada pihak keluarga,”tandasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Michael Irwan Tamsil secara terpisah membenarkan laporan tersebut.

“Memang benar kalau sudah ada laporan yang masuk, dan pasti kita tetap bekerja,”jawabnya singkat.

Sekedar diketahui, Kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan oknum Brimob Polda Malut tersebut terbongkar saat korban bersama sang ayah yang didampingi tim kuasa hukum YLBH Malut mendatangi kantor Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate untuk  membuat laporan resmi pada Kamis kemarin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar