Kembalikan 40 Juta, Mantan Ketua Panwaslu Halut Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi

KBRN, Ternate: Setelah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun 2015 dan 2016 dengan inisial SH dan GM, kini Kejaksaan Negeri (Ksjari) Halut kembali menetapkan MB sebagai tersangka ketiga.

MB yang diketahui merupakan ketua Panwaslu Halut tahun 2015-2016 tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup dan langsung dilakukan pemeriksaan dengan status sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halut, Agus Wirawan melalui Kasi Intel (Kastel), Ridzky Septriananda dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Jumat (28/1/2022) mengatakan, perkara dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana hibah  Panwaslu Halut tahun 2015 dan 2016 merugikan keuangan  sebesar Rp 1.365.861.596,-

“Setelah ditetapkan tersangka, tim penyidik Pidsus Kejari Halut langsung melakukan pemeriksaan dengan status sebagai tersangka tegasnya.

Baca juga: Kejari Halmahera Utara Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Panwaslu

Kastel juga mengaku, sebelumnya tersangka MB telah melakukan pengembalian kerugian keuangan negara dari perkara tersebut dengan jumlah sebesar Rp.40.000.000.

Dengan status tersangka, yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan oleh tim penyidik yang terhitung selama 20 hari kedepan mulai hari ini.

“Penahanan 20 ke depan guna melengkapi administrasi berkas perkara supaya dapat segera dilimpahkan ke persidangan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar