Dugaan Korupsi Proyek Menara Masjid Raya Ternate Siap Dilimpahkan ke Kejari

Asisten Intelijen Kejati Malut, Efrianto saat Melakukan Siaran Jaksa Menyapa di RRI Ternate (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan dua menara Masjid Raya Al-Munawar Ternate yang ditangani Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Malut) dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate.

Pelimpahan tersebut, setelah tim penyelidik bidang Intelijen Kejati Malut melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) atas proyek Masjid Raya Al-Munawar Ternate sejak tahun 2016 tersebut.

Proyek menara masjid raya Al-Munawar Ternate yang tak kunjung selesai tersebut, dianggarkan menggunakan anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp3,8 Miliar. 

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Malut, Efrianto saat dikonfrimasi RRI usai Jaksa Menyapa di RRI Pro 1 Ternate, Kamis (25/11/2021) menyatakan, pulbaket proyek masjid raya Al-Munawar Ternate sudah dilakukan sebelumnya.

Baca juga: Proyek Masjid Raya Al-Munawar Ternate, Kejari Panggil Sejumlah Pihak

Untuk itu, dalam waktu dekat menurutnya, kasus tersebut akan langsung dilimpahkan ke Kejari Ternate untuk dilakukan penyelidikan lanjutan.

“Nanti kita limpah ke Kejari dalam waktu dekat karena di kita sudah selesai,” ungkap Efrianto.

Efrianto juga mengaku, dalam pulbaket yang dilakukan Bidang Intelijen Kejati Malut, sejumlah pihak sudah dimintai keterangan oleh tim penyelidik.

“Sudah ada yang kita mintai keterangan dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

Menurutnya, semua tahapan pulbeket proyek masjid raya di bidang intelijen Kejati sudah dilakukan termasuk melihat langsung situasi di lapangan.

“Semuanya sudah kita lakukan dan tinggal kita analisa lebih lanjut sehingga langsung kita limpahkan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar