Aliansi Mahasiswa di Ternate Desak Polda Malut Tangkap Pelaku Pemerkosaan di Halteng

Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Front Pejuang Pembela Nisma Umar unjuk rasa di mapolda Maluku Utara. (Foto. RRI/DB}

KBRN, Ternate: Aliansi mahasiswa Front Pejuang Pembela Nisma Umar dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Ternate menggelar unjuk rasa di Mapolda Maluku Utara Senin, (18/10/2021).

Aksi unjuk rasa tersebut mendesak Kapolda Maluku Utara agar mendesak Kapolres Halmahera Tengah yang dinilai lamban dalam melakukan penanganan kasus pemerkosaan dan mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang berujung kematian Nisma Umar.

“Kami merasa terluka, akibat adik kami (Nisma Umar) dilecehkan, diperkosa, sehingga berujung kematian. Kekerasan seksual yang terjadi di Maluku Utara, tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian maupun pemerintah untuk bisa melihat kasus kekerasan seksual kepada perempuan,” Ungkap salah satu orator Front Pejuang Pembela Nisma Umar yang tak disebutkan namanya itu.

Dokumentasi Istimewa

L Sahrul, Koordinator Aksi Front Pejuang Pembela Nisma Umar kepada RRI mengatakan, aksi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian atas kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan PT IWIP Halmahera Tengah.

“Poin tuntutan kami yaitu, Polda Malut segera mendesak Polres Halteng, percepat penyidikan kasus pemerkosaan berujung kematian Nisma Umar, dan mendesak Kapolres Halteng agar mempercepat penangkapan pelaku yang masih berkeliaran, ini yang menjadi poin prioritas kami,” paparnya.

Unjuk rasa Front Pejuang Pembela Nisma Umar desak Kapolda percepat penangkapan dua pelaku yang masih berkeliaran. (Foto. RRI/DB)

Sebelumnya, peristiwa pemerkosaan  pada 8 Oktober 2021 itu, terjadi pada Nisma Umar, gadis yang masih duduk di bangku SMA di Halmahera Tengah. Korban diduga diperkosa secara bergilir, sehingga mengalami trauma yang mendalam. Korbanpun jatuh sakit dan dirujuk ke RSUD Chasan Boesoerie Ternate untuk dirawat secara intensif, namun nyawanya tidak tertolong.

Saat ini Polres Halmahera Tengah telah menangkap dan menahan empat orang pelaku yang berinisial DN, HN, DK, dan OG. Ironisnya DN tak lain adalah kekasih korban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00