Mangkir Panggilan Soal Kasus Perusda, Ini Alasan Hasan Bay ke Penyidik Kejati Malut

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Setelah mangkir dari panggilan pertama tim penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pernyataan modal yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate kepada PT Bahari Berkesan selaku Holding Company tahun 2016, 2017 dan 2018, Muhammad Hasan Bay (MHB) akhirnya bertandang ke kantor Kejati Malut, Senin (4/10/2021).

Kehadiran MHB yang merupakan mantan calon wali kota Ternate di kantor Kejati Malut ini untuk menyampaikan alasan terkait dengan ketidakhadirannya pada panggilan pertama yang dilayangkan penyidik atas kasus tersebut.

Baca juga: Butuh Bukti Tambahan, Kantor Perusda Ternate Digeledah tim Pidsus Kejati Malut

Usai melapor diri ke penyidik, MHB kepada wartawan mengatakan, ia diundang oleh tim penyidik sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pernyataan modal yang diberikan Pemkot Ternate kepada PT Bahari Berkesan.

“Saya diundang sebagai saksi di Perusda jadi datang. Panggilan pertama tidak hadir karena ada di Jayapura ada tanggungjawan terkait kegiatan PON. Jadi ini baru saya datang,” ungkapnya.

MHB juga menyatakan, dirinya tidak termasuk dalam kepengurusan perusda Ternate.

“Yang jelas saya tidak ada dalam kepengurusan Perusda itu saja. Pemodal di BPRS bukan di Perusda,” bantahnya.

Baca juga: Status Kasus Dugaan Korupsi Perusda Ternate Naik Penyidikan

Terpisah Kasipenkum Kejati Malut, Richard sinaga membenarkan perihal kedatangan MHB di Kejati Malut.

“Benar ada kedatangan MHB, hanya saja datang malapor diri setelah sebelumnya tidak hadir pada panggilan pertama,” akunya.

Pemeriksaan MHB Lanjut Richard, akan diagendakan setelah rapat tim penyelidik.

“Secepat mungkin Tim penyelidik akan menjadwalkan kembali agenda pemeriksaan, karena yang bersangkutan sudah ada di Ternate,” pungkansya.

Dalam kasus tersebut, setelah peningkatan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan, selanjutnya pada 29 September 2021 kemarin tim penyidik mulai melakukan penggeledahan kantor Perusda dan berhasil mengamankan sejumlah aset baik bergerak maupun tidak bergerak termasuk 2 unit mobil dan 2 unit motor. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00