FPUK Desak Polda Malut Usut Tunas Misteri Pembunuhan di Hutan Halmahera

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Adip Rojikan saat Menemui Masa Aksi di Depan Mapolda (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) didesak mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan berantai yang terjadi pada 20 Maret 2021.

Kasus pembunuhan berantai itu dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTK) di hutan Halmahera Tengah yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia.

Desakan tersebut disuarakan sejumlah mahasiswa yang tegabung dalam Front Perjuangan Untuk Kemanusiaan (FPUK) saat melakukan orasi di depan Mapolda Malut, Senin (27/9/2021).

Koordinator lapangan FPUK, Awan Malaka dalam orasinya mendesak Polda Malut mengatakan, selama 7 bulan berjalan, Polda belum mengungkap pelaku tersebut.

Bahkan Polda sudah melakukan proses autopsi, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)/prarekonstruksi dan hasil keterangan korban selamat yang mengevakuasi jenazah di kali Gowole hutan Patani semuanya masih tidak memuaskan keluarga korban dan masih menyisakan tanda tanya.

"Hal ini dinilai bahwa kinerja Polisi terkesan serampangan alias tidak serius dalam proses penyelidikan," ungkap Awan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Adip Rojikan dihadapan masa aksi menyampaikan, kasus pembunuhan di hutan Halmahera ini masih terus diproses dan belum dihentikan.

Secara maksimal menurut Adip, Polres Halteng dan Haltim masih mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk mengungkap secara jelas kasus pembunuhan tersebut.

"Perlu dipahami bersama bahwa untuk menentukan seseorang menjadi tersangka prosesnya harus dilalui dengan pemenuhan saksi yang mengetahui pelakunya serta didukung dengan alat bukti yang kuat, makanya ini masih diproses," ujarnya.

Sementara untuk diwilayah Polres Haltim lanjut Adip, sesuai dengan tuntutan yang disampaikan massa aksi, sudah 8 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sesuai dengan Putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA).

"DPO itu yang keluarkan bukan dari Polres Haltim, katanya dari MA, makanya kita akan melihat lagi," akunya.

Meski begitu Adip juga menegaskan, Kepolisian baik Polres Halteng maupun Haltim akan terus bekerja maksimal untuk mengetahui pasti pelaku pembunuhan tersebut.

"Yang pasti, siapapun yang terlibat dan ketika itu terbukti maka kita (Polisi) tidak akan pernah menutupi itu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00