Ditahan Jaksa, Pengacara 2 Tersangka Korupsi Kapal Nautika "Tantang" Kejati di Pengadilan 

Salah Satu Terduga Tersangka saat Digiring Ke Mobil Tahanan Jaksa (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara Erryl Prima Putera Agoes memberikan deadline waktu kepada tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) untuk segera melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kapal penangkap ikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara ke pengadilan untuk menjalani proses persidangan.

"Saya minta tim untuk Minggu depan atau kalau boleh Minggu ini, berkasnya sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan," ungkap Kajati, Erryl Prima Putera Agoes setelah melakukan penahanan empat terduga tersangka kasus pengadaan kapal Nautika yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp4,7 miliar lebih.

Baca juga: Rugikan Negara 4,7 Miliar, Empat Tersangka Korupsi Kapal Nautika Ditahan Kejati Malut

Sementara itu secara terpisah, penasihat hukum (PH), tersangka IY dan RZ yakni Muhammad Konoras menyatakan, penahanan kliennya ini merupakan hak subjektif dari penyidik.

Bahkan Konoras menilai, sangkaan pasal yang diterapkan Jaksa kepada dua kliennya ini masih lemah.

"Sangkaan itu masuk akal ataukah tidak nanti kita lihat di pengadilan, yang pasti sebagai PH saya siap hadapi di pengadilan nanti," tuturnya.

Untuk diketahui, keempat terduga tersangka ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIb Ternate terhitung hari ini 24 Juni hingga 13 Juli 2021 akan datang.

Keempat tersangka ini, dijerat dengan pasal 2 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar