Dibanding Mei 2022, Nilai Tukar Petani di Malut Pada Bulan Juni Alami Penurunan

Ilustrasi aktivitas petani. (Istimewa)

KBRN, Ternate: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara menyatakan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 7 (tujuh) kabupaten di Provinsi Maluku Utara pada bulan Juni 2022, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan sebesar 0,86 persen dibandingkan NTP Mei 2022, yaitu dari 107,14 menjadi 106,22. 

"Penurunan NTP Juni 2022 disumbang oleh penurunan NTP pada 3 (tiga) subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,49 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,07 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 2,62 persen," kata Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha, Rabu (06/7/2022). 

Sementara 2 subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,40 persen, dan Subsektor Hortikultura sebesar 8,83 persen.

Aidil Adha menambahkan, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. 

Pada Juni 2022, di Maluku Utara indeks harga yang diterima petani (It) secara umum mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen dibanding Mei 2022, yaitu dari 118,77 menjadi 119,26. 

Menurut subsektor, terjadi kenaikan It pada 3 (tiga) kelompok subsektor, yaitu subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,65 persen, Hortikultura sebesar 10,11 persen, dan Peternakan sebesar 0,14 persen. 

"Sementara 2 (dua) subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,21 persen, dan subsektor Perikanan sebesar 1,45 persen" ungkapnya.

Indeks Harga yang Dibayar Oleh Petani (Ib) Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. 

Pada Juni 2022, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) di Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen bila dibanding Mei 2022, yaitu dari 110,85 menjadi 112,28. 

"Jika dilihat menurut subsektornya, terjadi kenaikan Ib pada 5 (lima) kelompok Subsektor yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,25 persen, Subsektor Hortikultura sebesar 1,18 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,30 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,22 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 1,19 persen," jelas Aidil Adha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar