Sekda Tikep Hadiri Diskusi Diseminasi Moneter dan Fiskal Provinsi Maluku Utara

Sekda Maluku Utara Syamsudin Abdul Kadir bersama Sekda Tikep Ismail Dukomalamo serta para Bupati dan Wakil Bupati pada Diskusi Diseminasi Moneter dan Fiskal Provinsi Maluku Utara (Dok.Humas Tikep)

KBRN, Tidore : Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Amir Gorotomole serta Kepala Bappelitbang Kota Tidore Kepulauan Abdul Rasyid Fabanyo menghadiri Diskusi Diseminasi Moneter dan Fiskal Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ballroom Gamalama Sahid Bela Hotel Ternate.

Kegiatan Perdana yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara ini dikemas dalam sebuah diskusi yang dipimpin langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara R. Eko Adi Irianto dan Kepala Ditjen Perbendaharaan Privinsi Maluku Utara Adnan Wimbyarto.

Diskusi terkait Diseminasi Moneter dan Fiskal Provinsi Maluku Utara Tahun 2021 melahirkan kesimpulan, Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara menjadi salah satu yang tertinggi dan angkanya berada di atas Pertumbuhan Ekonomi Nasional (PEN), hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara R.Eko Adi Irianto.

”Meskipun di tengah Pandemi Covid 19, salah satu yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi ini adalah dari sektor pertambangan," Tutur Eko

Sementara Inflasi kata Eko bahan pokok yang cenderung terjadi di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tercatat data dari Bank Indonesia secara historis 5 tahun terakhir memang selalu terjadi inflasi untuk bahan pokok, bahan pangan seperti cabai dan lain-lain.

Sementara Kepala Ditjen Perbendaharaan Privinsi Maluku Utara Adnan Wimbyarto dalam diskusi tersebut mengatakan, terkait dengan indikator kesejahteraan Maluku Utara, Pulau Taliabu yang paling terendah dan ini menjadi catatan Kepala Daerah agar segera dicarikan solusinya. Sedangkan untuk pengangguran terbuka, salah satunya Halmahera Utara tercatat paling tinggi dan Halmahera Selatan Terendah.

Juga terkait realisasi PAGU Anggaran mulai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah, Dana bagi hasil yang sudah memenuhi realisasi dari PAGU Anggaran, tetapi salah satunya yaitu Dana Desa yang belum mencapai PAGU, dari PAGU yang dianggarkan 919, 56 Milliar namun realisasinya sedikit lagi 918, 52 Milliar, ini menandakan bahwa penggunaan Dana Desa yang belum secara penuh dipahami oleh Perangkat Desa, dan ini menjadi PR untuk Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Terkait dengan Kondisi Fiskal Provinsi Maluku Utara Tahun 2021 realisasinya 10 Triliun lebih, dari PAGU yang tersedia di anggaran yaitu 12, 55 Triliun. Sedangkan, yang menjadi sektor unggulan dan terbesar di Provinsi Maluku Utara adalah Sektor Pariwisata.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Tidore Kepulauan Asis Hadad kepada RRI Jumat (8/4/2022) mengatakan, hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, Sekretaris Daerah se Kabupaten/Kota, Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad dan Rektor Universitas Khairun Ternate Dr. M. Ridha Ajam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar