Akademisi Unkhair: Manfaatkan Pertambangan Nikel Malut Untuk Bangun Negosiasi Pasar Kopra di Tiongkok

Mukhtar Adam. Dok. Istimewa

KBRN, Ternate: Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Mukhtar Adam mengatakan, harga kopra turut menyumbang naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) sehingga dapat mengatasi sedikit aspek kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja, meskipun akan ada sedikit dampak pada inflasi.

"Bila harga kopra terus stabil, ini akan mendorong pemulihan ekonomi Maluku Utara, karena pemulihan ekonomi Malut juga bermuara pada kopra," ujarnya.

Dia juga meminta industri tambang nikel Tiongkok di Maluku Utara agar membangun negosiasi pasar kopra di Tiongkok, sehingga kopra dari Malut bisa langsung diekspor dari Halmahera. Kata dia, hal itu akan sangat baik karena akan menjaga stabilisasi harga kopra. 

"Gubernur juga perlu tekankan pada investor Tiongkok agar bawa nikel dalam satu kapal 400 kontainer nikel, bisa ditambah 100 kontainer kopra, sehingga ada keseimbangan ekspor yang menguras sumber daya alam yang menjadi komoditi rakyat," terangnya.

Kata dia, Malut akan rugi jika sumber daya alamnya dikuras, tetapi dalam waktu bersamaan, tidak bisa membuka akses pasar bagi komoditi rakyat Malut semisal kopra.

"Kalau ekspor langsung dari Malut tentu, harga lebih kompetitif dan membuka jalur dagang Tiongkok-Malut.  Ada kelapa, cengkeh, pala, ikan dan lain-lain yang memiliki pasar potensial di Tiongkok, jadi kerja sama ini perlu dilakukan. Jika perlu berkompensasi, maka lakukan kompensasi dengan IWIP agar tidak perlu bayar pajak daerah, tapi harus mau membuka pasar ekspor bagi petani kelapa," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar