Baru 4 Ritel Nasional di Ternate yang Menerapkan Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000 per Liter

Minyak goreng di rak pajangan salah satu swalayan di Ternate. Dok. RRI.

KBRN, Ternate: Sejak pemberlakuan minyak goreng satu harga Rp14.000-, per liter oleh pemerintah pada Rabu, 19 Januari pekan lalu, saat ini hanya ada 4 ritel nasional di Kota Ternate yang telah menerapkan harga baru mengikuti instruksi pemerintah.

Ritel tersebut yakni, Hypermart, Multimart di Jatiland Mall, serta seluruh ritel Indomaret dan Alfamidi di Ternate maupun kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara.

“Hasil rapat kami dengan Disperindag Kota Ternate, semua ritel yang ada di Ternate, kita akan upayakan mengikuti satu harga Rp14.000-, per liter, dengan ketentuan satu customer maksimal 2 liter”, kata Muhammad Ali, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Maluku Utara kepada RRI Senin, (24/1/2022).

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Ritel Modern Resmi Turun Rp14.000 per Liter, Warga Ternate Serbu Alfamidi dan Indomaret

Harga Minyak Goreng di Pasar Masih di Atas Rp14.000 per Liter, Disperindag Kota Ternate Minta Secepatnya Disesuaikan

Kata dia, ritel atau toko lain seperti Supermarket Dua Sekawan, Muara Swalayan, dan Distributor serta ritel sejenis lainnya yang belum menerapkan sesuai harga pemerintah, karena alasan masih belum menemui kata sepakat soal satu harga minyak goreng dengan pihak pabrik atau produsen di pusat.

“Kendalanya distributor di Maluku Utara ini masih ragu-ragu bahwa mereka mendapatkan subsidi dari pemerintah atau tidak, jadi para distributor ini bingung bagaimana menjual stok terakhir (minyak goreng) mereka”, terangnya.

Dari rapat itu kata Muhammad Ali, ritel seperti Muara Swalayan, Dua Sekawan dan lainnya sudah berkomitmen akan mengikuti kebijakan satu harga minyak goreng oleh pemerintah.

“Tetapi ini (penyesuaian harga) dilakukan secara bertahap”, ujarnya.

Menurutnya, saat ini peritel lokal tersebut masih dalam tahap proses melakukan koordinasi dengan masing-masing produsen minyak goreng di pusat untuk mendapatkan rafaksi atau pemotongan terhadap harga minyak goreng dari stok sebelumnya.

“Jadi masih proses, tergantung komunikasi mereka. Insyaallah tidak lama lagi”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar