Penjualan Handphone di Ternate Menurun Dalam 2 Tahun Terakhir

Foto: Istimewa

KBRN, Ternate: Tren penjualan handphone atau smartphone di  Kota Ternate dalam 2 tahun terakhir terus menurun. Pantauan RRI Rabu, (19/1/2022) di beberapa gerai handphone di Ternate tampak sepi pengunjung. 

Burhan, Promotor salah satu merek handphone di kawasan pertokoan Jatiland saat ditemui RRI mengaku, penjualan handphone di Kota Ternate mulai turun sejak kasus Covid-19 masuk di Maluku Utara pada tahun 2020 lalu. 

Penjualan sebelum pandemi atau tahun 2019,  biasanya di atas 600-700 unit handphone. Namun, pada tahun 2020 penjualan hanya berkisar 300-400 unit per bulan atau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. 

"Penjualan semakin menurun di akhir tahun 2021. Penjualannya di bawah 200 unit per bulan untuk semua merek handphone", ujarnya.

Akibat penurunan penjualan yang hampir mencapai tiga kali lipat tersebut, pihaknya akhirnya melakukan terobosan penjualan via daring dengan memanfaatkan platform digital seperti Facebook, Instagram maupun WhatsApp.

“Kami harus cari alternatif dengan jualan lewat sosmed. Lewat medsos pembeli bisa belanja dari mana saja dan karyawan akan mengantar sampai di depan rumah baru dibayar, tapi itu khusus untuk wilayah Ternate. Sementara, pembelian dari luar Ternate bisa dikirim, tapi dengan catatan harus transfer lebih dulu dengan jaminan barang aman sampai di tempat", jelasnya.

Dia juga mengatakan, penjualan handphone android di Kota Ternate yang paling banyak diminati yaitu merek Oppo dengan berbagai tipe. Penjualan Oppo dalam satu bulan bisa di atas 50 persen dari total penjualan, disusul penjualan handphone merek Realmi dan merek-merek lainnya.

Dua merek handphone ini mulai menjadi incaran saat penerapan pembelajaran daring di sekolah. Banyak orang tua membawa anaknya untuk datang belanja di Toko membeli handphone dengan harga murah namun memiliki spesifikasi yang cukup untuk menunjang belajar daring.

“Harga handphone android rata-rata berkisar Rp1,3 juta sampai Rp11 juta", pungkasny

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar