Deputi Gubernur BI Resmikan Pasar Bastiong Ternate jadi Pasar Siap QRIS

Deputi Gubernur BI, Sugeng bersama Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman meninjau Pasar Inpres Bastiong, Senin, (6/12/2021). (Istimewa)

KBRN, Ternate: Deputi Gubernur Bank Indonesia meresmikan secara langsungPasar Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Inpres Bastiong, Kota Ternate, Maluku Utara, Senin, (6/12/2021).

Peresmian yang dihadiri secara langsung oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Sofwan, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Gubernur Provinsi Maluku Utara yang diwakili oleh Asisten III, Asrul Gailea, serta pimpinan PJP/Perbankan Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng kembali menyampaikanhighlight terkait beberapa manfaat QRIS anatar lain QRIS sebagai sarana pembayaran yang higienis, transaksi tercatat dan langsung masuk ke rekening, tidak perlu uang kembalian dan bebas risiko pencurian, dan biaya transaksi gratis bagi usaha mikro (0%), serta transaksi yang tercatat dapat membangun profil kredit atau credit scoring, sehingga dapat mempermudah UMKM dalam pengajuan pembiayaan atau kredit ke lembaga keuangan.

Dalam kesempatan itu, Sugeng juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk siap QRIS-kan Maluku Utara.

"Semoga QRIS tidak hanya terimplementasi di pasar maupun pusat perbelanjaan, tetapi juga diperluas misalnya elektronifikasi transaksi Pemda seiring dengan telah dibentuknya 9 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Provinsi Maluku Utara," tuturnya.

Senada dengan itu, ujar Sugeng, BI juga terus mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital serta keuangan yang inklusif.

"Tingkat implementasi QRIS di Maluku Utarapada tahun 2021 cukup luar biasa, dengan capaian sebesar 202,54 persen dari target atau sebesar 25.115 merchant per 30 November 2021, dimana angka ini merupakan presentase capaian tertinggi dalam program QRIS 12 juta merchant secara nasional," ungkapnya.

Lanjut dia, selain pasar rakyat, QRIS telah diimplementasikan ke berbagai komunitas strategis, mulai dari kawasan wisata, rumah ibadah, instansi vertikal, UMKM dan toko serta retailer melalui kerjasama dengan perbankan di Maluku Utara dan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah daerah.

"Hal tersebut merupakan hasil dari sinergitas berbagai pihak untuk memperluas digitalisasi di Maluku Utara dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Maluku Utara sejak 4 Desember kemarin, Sugeng telah melakukan kunjungan silaturahmi dan berdiskusi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Maluku Utara, guna membahas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Maluku Utara.

Setelah kunjungan tersebut, dia meninjau implementasi pembayaran digital melalui QRIS di Pantai Wisata Sulamadaha.

Menurutnya, implementasi QRIS di objek wisata merupakan salah satu inovasi di dalam sistem pembayaran untuk pemulihan ekonomi nasional.

Turut hadir dalam kunjungan beliau ke Provinsi Maluku Utara yaitu Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Dwi Pranoto, Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusif Bandoe Widiarto, Kepala Grup Sistem Pembayaran Nilai Besar dan Perizinan Sistem Pembayaran Ritel R. Moh. Dudi Dermawan, serta Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan Rudy Bambang Wijanarko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar