Pedagang di Ternate Resah, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar di Pasar Mulai Januari 2022

Ilustrasi minyak goreng curah. Foto: Antaranews.

KBRN, Ternate: Pedagang sembako di Pasar Percontohan, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate mengaku resah dan tidak setuju dengan larangan penjualan minyak goreng curah di pasar mulai 1 Januari 2022.

Hal tersebut dituturkan Rasyid, salah pedagang begitu dikonfirmasi RRI. Menurut dia larangan tersebut akan berefek pada turunnya jumlah pembeli karena selama ini konsumen lebih cenderung membeli minyak goreng curah dibanding minyak goreng dalam kemasan.

"Kami tidak setuju (larangan menjual minyak curah), rata-rata penjualan pedagang pasar yang laris ini minyak goreng curah," tuturnya.

BACAPenyebab Harga Minyak Goreng di Ternate Naik

Noni, pedagang lainnya mengatakan, konsumen minyak goreng dalam kemasan dengan curah jelas berbeda. Masyarakat yang ingin membeli minyak goreng kemasan biasanya akan berbelanja di modern market ataupun mall.

"Orang yang mau beli minyak goreng kemasan jarang cari di pasar (tradisional), dorang (mereka) akan pergi beli di toko-toko besar. Apalagi di dalam pasar ini, setelah beli ikan dan sayuran mereka pasti beli minyak goreng curah, karena ada juga kemasan setengah kilogram yang lebih murah," ujar Noni.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Hasyim Yusuf ketika dikonfirmasi mengatakan, mulai  bulan Desember, Disperindag bersama intansi teknis terkait akan mulai menyosialisasikan pelarangan minyak goreng curah pada semua pasar di Kota Ternate.

"Pada prinsipnya kami akan menyampaikan kepada para pedagang, rencananya pertengahan Desember kami sudah mulai mendata dan menyampaikan bahwa tidak boleh menjual minyak curah mulai Januari 2022," tandas Hasyim.

Larangan perdagangan minyak goreng curah  sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2020 tentang minyak goreng sawit wajib kemasan. Dalam Pasal 27 beleid tersebut, Kemendag menyatakan minyak goreng curah masih dapat diperdagangkan hingga 31 Desember 2021.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Menurut Kemendag, harga minyak goreng curah sangat mudah terdampak ketika ada kenaikan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar