Terancam Pidana, 2 Mobil Dinas di Mantan Pejabat Ditarik Kejati Malut

Penyelamatan Aset Negara Oleh Kejati Malut (Dok: Istimewa)

KBRN, Ternate: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) kembali melakukan penyelamatan dua aset negara milik pemerintah Provinsi yang sempat dikuasai mantan pejabat.

Dua aset bergerak berupa mobil dinas itu, ditarik sesuai dengan Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diberikan Pemprov Malut kepada Kejati untuk dilakukan penarikan terhadap sejumlah aset yang masih dikuasai pihak ke tuga atau mantan pejabat.

Kepala Kejasaan Tinggi (Kajati) Malut, melali Kasi Penkum Richard Sinaga saat dikonfirmasi RRI, Rabu (25/11/2020) mengatakan, dua aset negara yang diselamatkan berupa mobil ini dengan total senilai Rp. 965.762.240.

Dua aset yang berhasil diselamatkan tesebut masing-masing, mobil Toyota Fortuner tahun 2009 senilai Rp.540.101.000 dan mobil Toyota Innova Q tahun 2019 senilai Rp.425.661.240,-

“Sebelumnya kita lakukan penyelamatan senilai Rp.1.410.929.250, di penyelamatan ke dua ini terjadi peningkatan sebesar Rp.965.762.240, maka total uang negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp.2.376 miliar,” jelasnya.

Menurutnya, dari 20 SKK yang diberikan Pemprov ke Kejati Malut, sudah 6 SKK yang diselamatkan sementara 14 SKK lain masih dalam upaya untuk dilakukan penarikan.

Richard bilang, dua aset yang diselamatkan ini merupakan aset yang sebelumnya dikuasai oleh mantan pejabat yakni Kepala Dinas Pangan Malut, Saiful Ruray dan Mantan Anggota DPR-RI Saiful Bahri Ruray.

“Masih ada 14 aset lagi yang diupayakan untuk ditarik, dan itu ada aset bergerak maupun tidak bergerak,” jelasnya.

Atas nama Kajati Malut dirinya menghimbau kepada orang-orang yang masih menguasai aset negara baik mantan pejabat maupun pihak ke-3 agar koparatif mengembalikan karena jika tidak koparatif maka akan diambil upaya hukum lain.

“Kalau tidak koparatif mungkin kita akan lihat kalau ada nuansa pidananya akan kita arahkan ke sana, karena ini sudah masuk dalam unsur penggelapan aset negara,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00