Pilkada di Tengah Pandemi, Polda Malut Gelar Simulasi Pemungutan Suara di TPS

KBRN, Ternate: Kepolisian daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Bidang Operasi, Rabu (25/11/2020) menggelar simulasi pengumutas suara pada pemilihan Bupati dan Wali Kota di 8 Kabupaten/Kota di Malut pada 9 Desember 2020.

Simulasi pemungutan suara yang berlangsung di Mako Polda Malut tersebut diikuti ratusan personel PAM TPS yang membackup Polres dalam wilayah Malut terutama yang melaksanakan Pilkada.

Karo Ops Polda Malut melalui, Kasubag Binlat Ops Polda Malut, Kompol Sigit Adhi saat dikonfrimasi RRI usai kegiatan mengatakan, simulasi pengamanaN pemungutan suara ini dimentori langsung oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate dengan memperagakan beberapa cara antisipasi mengahadapi situasi yang tidak diinginkan terjadi selama pelaksanaan pemungutan suara berlangsung.

Kasubag Binlat Ops Polda Malut, Kompol Sigit Adhi (Dok: RRI)

Selain mengantisipasi adanya protes dari masyarakat, anggota yang mengikuti simulasi khususnya yang melakukan penjagaan di TPS ini juga memiliki tugas tambahan tentang bagaiama cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

“Saat pencoblosan nanti, masyarakat yang masuh harus menggunakan masker, mencuri tangan menggunakan anti septik yang sudah disediakan serta masuk secara beraturan yang dilakukan pengawalan oleh anggota di lapangan,” tuturnya.

Simulasi Pencekan Suhu Tubuh Pemilih Sebelum Menyalurkan Hak Suara (Dok: RRI)

Menurutnya, pengamanan TPS yang dibecup Polda untuk empat Kabupaten/ Kota penyelenggara Pilkada ini sebanyak 360 personel dengan sasaran di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Timur (Haltim) serta Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

“Untuk Kabupaten Kota lain nantinya akan juga dibantu oleh personel dari Polres yang tidak melaksanakan pilkada baik Polres Morotai dan Halmahera Tengah (Halteng),”tuturnya.

Menurutnya, untuk pergeseran anggota yang melakukan pengamanan Pilkada di 8 Kabupaten/Kota kata dia, akan digeser 3 hari sebelum pelaksanaan Pilkada bersalangsung.

“Anggotanya akan kita geser tanggal 7 Desember ke seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada,” akunya.

Kepada seluruh personel dirinya meminta untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap melakukan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00